
Geriatri.id - Cuaca panas ekstrem dapat berdampak signifikan pada kesehatan, terutama bagi lansia. Karena kemampuan tubuh untuk mengatur suhu menurun seiring bertambahnya usia, para lansia lebih rentan terkena penyakit terkait saat cuaca panas.
Berikut adalah beberapa penyakit yang rentan menyerang lansia saat suhu melonjak seperti dilansir dari CDC:
1. Heatstroke (Serangan Panas)
Heatstroke adalah kondisi serius yang terjadi ketika suhu tubuh meningkat drastis akibat paparan panas yang berkepanjangan.
Lansia lebih rentan terkena heatstroke karena fungsi keringat dan respons terhadap suhu yang menurun. Gejala heatstroke meliputi suhu tubuh di atas 40°C, kulit kering dan memerah, pusing, sakit kepala, hingga kehilangan kesadaran.
Baca juga: Demensia: Ancaman Global yang Membebani Lansia dan Keluarga
2. Dehidrasi
Saat cuaca panas, tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat. Dehidrasi terjadi ketika tubuh kekurangan cairan yang cukup, dan pada lansia, rasa haus bisa berkurang seiring bertambahnya usia.
Ini membuat mereka lebih rentan mengalami dehidrasi tanpa menyadarinya. Dehidrasi yang parah dapat menyebabkan pusing, kelelahan, bahkan kegagalan organ jika tidak ditangani.
3. Heat Exhaustion (Kelelahan Panas)
Kelelahan panas terjadi ketika tubuh tidak mampu mendinginkan diri secara efektif setelah terpapar suhu tinggi. Gejalanya termasuk berkeringat berlebihan, pusing, lemah, mual, dan denyut nadi yang cepat.
Jika tidak segera diatasi, kondisi ini bisa berkembang menjadi heatstroke yang mengancam jiwa.
Baca juga: 4 Ide Aktvitas untuk Pensiuanan Agar Tetap Produktif dan Menyenangkan
4. Gangguan Pernapasan
Cuaca panas juga dapat memperburuk kondisi pernapasan pada lansia, terutama mereka yang menderita penyakit paru-paru seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
Udara panas yang kering dan polusi dapat memperburuk gejala sesak napas dan batuk, sehingga lansia perlu berhati-hati dan menghindari paparan panas berlebihan.
5. Hipotensi Ortostatik
Cuaca panas bisa memicu turunnya tekanan darah secara tiba-tiba, terutama pada lansia yang mengonsumsi obat untuk tekanan darah tinggi.
Hipotensi ortostatik terjadi ketika tekanan darah turun saat berdiri, menyebabkan pusing, lemas, atau bahkan pingsan. Kondisi ini berbahaya karena dapat meningkatkan risiko jatuh dan cedera pada lansia.***
*Foto: Ilustrasi cuaca panas ekstrem. (Pixabay)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri