
Oleh: DR. dr. Martina Wiwie S. Nasrun SpKJ(K)
Demensia istilah yang mungkin pernah atau bahkan sering kita dengar. Umumnya orang menganggap sama dimensia dengan pikun yang sering dialami lanjut usia (lansia). Pendapat itu sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Namun juga tidak sepenuhnya keliru.
Lalu apa sebenarnya demensia? Demensia adalah sindrom atau kumpulan gejala berupa penurunan fungsi kognitif. Misalnya, daya ingat, kemampuan berbahasa, kemampuan berpikir, kesulitan mengenali benda dan masalah orientasi.
Nah, kumpulan gejala ini bisa terjadi dalam kondisi yang parah sehingga menganggu aktivitas sehari-hari si penderita, bahkan bisa merepotkan orang-orang di sekitarnya. Sindrom tersebut juga menimbulkan masalah perilaku dan kepribadian.
Demensia bisa dipicu oleh beberapa faktor risiko, di antaranya adalah karena faktor umur, genetik, psikologis serta penyakit metabolis. Adapun faktor risiko karena usia dan genetik atau keturunan memang tak bisa dihindari.
Berbeda dengan faktor psikologis dan penyakit metabolis yang dapat dicegah. Kenapa demikian? Pasalnya, kedua faktor tersebut terwujud lantaran gaya hidup yang tidak sehat.
Jadi, faktor psikologis misalnya depresi bisa memicu demensia. Sedangkan, faktor metabolis seperti penyakit diabetes dan kolestrol yang terjadi karena gaya hidup yang kurang sehat.
Karena itu, untuk mencegah atau meminimalkan terjadinya demensia, disarankan setiap individu untuk mengubah gaya hidup lebih sehat. Bagaimana caranya?
Gaya atau pola hidup sehat yang utama adalah mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Di antaranya adalah memperbanyak konsumsi sayur dan buah yang mengandung antioksidan. Antioksidan ini berperan penting untuk memperbaiki sel otak yang rusak.
Kemudian, lakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin. Hal ini dapat menjaga kebugaran dan kesehatan.
Aktivitas mengasah sel otak juga sangat dianjurkan misalnya bermain catur atau bridge. Intinya, lakukan kegiatan yang membuat bahagia dan sel otak terstimulasi dengan baik.
Tak kalah penting adalah istirahat yang cukup. Ketika tidur, sel otak bekerja beregenerasi terus.
Nah, yuk menerapkan pola hidup sehat agar kita terhindari dari risiko demensia.***(hil)
Foto: freepik.com
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri