Cabut 23 Gigi, Seorang Lansia di China Meninggal Dunia


Berita Lansia - Pria tersebut meninggal 13 hari setelah melalui proses pencabutan 23 gigi dan pemasangan 12 implan gigi pada hari yang sama di sebuah klinik setempat.

2024-09-08 19:56:49

Geriatri.id - Seorang pria lanjut usia (lansia) di Yongkang, Provinsi Zhejiang, China, dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani prosedur pencabutan dan pemasangan implan gigi. 

Pria tersebut meninggal 13 hari setelah melalui proses pencabutan 23 gigi dan pemasangan 12 implan gigi pada hari yang sama di sebuah klinik setempat.

Kasus ini mencuat setelah putri korban melaporkan kejadian tersebut ke Biro Kesehatan Kota, menyusul kematian ayahnya. 

Berdasarkan laporan dari Oddity Central, wanita yang bernama Shu ini juga memperlihatkan bukti bahwa ayahnya menjalani prosedur pencabutan 23 gigi dan pemasangan 12 implan gigi dalam satu sesi.

Baca juga: Cara Turunkan Kolesterol Secara Alami dan Cegah Naik Lagi

Shu menduga bahwa prosedur inilah yang menjadi penyebab utama kematian ayahnya. Ia mengungkapkan bahwa ayahnya mengalami rasa sakit yang sangat parah selama 13 hari sebelum akhirnya meninggal pada 28 Agustus 2024 akibat serangan jantung.

Menurut formulir persetujuan medis, ayah Shu memang memberikan izin untuk pencabutan 23 gigi serta pengeboran 12 lubang pada tengkorak dan rahang bawahnya untuk pemasangan implan gigi. 

Semua prosedur ini dilakukan dalam satu hari, yang menyebabkan pasien harus menanggung rasa sakit hebat setelah efek anestesi mereda.

Meskipun tindakan tersebut terlihat terlalu banyak untuk satu kali sesi, pihak klinik melalui juru bicaranya menjelaskan bahwa jumlah gigi yang dicabut dalam satu sesi ditentukan oleh dokter berdasarkan hasil konsultasi langsung dan kondisi fisik pasien.

Berdasarkan catatan dari Rumah Sakit Gigi Dewei, prosedur pencabutan gigi tersebut dilakukan oleh seorang dokter bernama Yuan, yang memiliki spesialisasi dalam perawatan saluran akar, pencabutan gigi bungsu impaksi, serta pemasangan gigi palsu.

Meskipun belum ada aturan yang secara spesifik mengatur jumlah gigi yang bisa dicabut dalam satu sesi, dokter dan klinik diharapkan mempertimbangkan kemampuan pasien dalam menahan rasa sakit dan risiko infeksi.


Baca juga: Tanda Saraf Kejepit, Begini Cara Menanganinya

"Semakin banyak gigi yang dicabut dalam satu sesi, semakin besar respons rasa sakit pasien dan semakin tinggi risiko infeksi pascaoperasi," jelas Xiang Guolin, direktur Pusat Kedokteran Gigi di Rumah Sakit Keempat Wuhan.

Saat ini, pihak berwenang di China tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini. Namun, perwakilan dari Biro Kesehatan Kota menyatakan bahwa sulit untuk membuktikan hubungan langsung antara prosedur tersebut dengan kematian korban, mengingat selang waktu 13 hari setelah tindakan dilakukan.***

*Foto: Ilustrasi seorang lansia sedang melakukan cabut gigi. (Pixabay)

Video Lansia Inspiratif

 


ARTIKEL LAINNYA

HUT DKI Jakarta: Lebih dari Sekadar Perayaan, Menuju Kota Ramah Lansia

Biasakan Pola Hidup Sehat, Yuk

Sering Limbung? Ini 3 Latihan Sederhana untuk Melatih Keseimbangan Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026