Konsumsi Ceker Ayam Bisa Tingkatkan Kolesterol, Mitos Atau Fakta?


Berita Lansia - Meski menawarkan beragam manfaat kesehatan, mengonsumsi ceker ayam secara berlebihan berpotensi meningkatkan kolesterol. 

2024-09-05 22:42:22

Geriatri.id - Ceker ayam, yang sebelumnya dianggap sebagai hasil samping dengan nilai ekonomi rendah, kini menjadi sajian populer. Meski menawarkan beragam manfaat kesehatan, mengonsumsi ceker ayam secara berlebihan berpotensi meningkatkan kolesterol. 

Berbagai olahan ceker ayam, seperti ceker pedas hingga camilan kripik ceker, semakin digemari. Bahkan banyak kedai yang menjadikannya sebagai menu andalan.

Ahli gizi dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, Tri Kurniawati menjelaskan komposisi gizi yang cukup beragam ceker ayam. 

Ceker ayam, lanjut dia, mengandung 65,08% air, 3,90% lemak, 20,10% protein, dan 8,16% kadar abu. 

Selain itu, ceker ayam juga mengandung 19 jenis asam amino, termasuk asam aspartat, glutamin, dan arginin, yang berperan penting dalam kesehatan tubuh.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Salah satu komponen terbesar dalam ceker ayam adalah kolagen, yang menyusun 5,64% - 31,39% dari total protein. 
Kolagen ini, terutama kolagen tipe 1 yang dominan di ceker ayam bermanfaat bagi kesehatan kulit dan sendi. 

Namun, Tri menekankan agar mengonsumsi ceker ayam dilakukan dengan bijak.

“Konsumsi yang dikatakan berlebihan adalah jika lebih dari tiga kali dalam seminggu, atau melebihi satu porsi setiap kali makan,” ujar Tri dikutip dari laman um-surabaya.ac.id.

Ceker ayam juga mengandung 5,5 gram lemak tak jenuh per 100 gram, memenuhi 60% dari kebutuhan lemak harian orang dewasa. 

Namun, 100 gram ceker ayam juga mengandung kolesterol 84 mg, setara dengan 20% dari kebutuhan harian. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Mengonsumsi ceker ayam secara berlebihan berpotensi meningkatkan kolesterol. Jika dibiarkan terus-menerus, dapat memicu gangguan kesehatan seperti kelelahan, stroke, atau bahkan gagal jantung.

Mengonsumsi ceker ayam secara wajar, tidak terlalu sering dan dalam jumlah moderat, adalah kunci mendapatkan manfaat tanpa risiko kesehatan.***

Untuk mendapatkan informasi seputar kolesterol lainnya KLIK DISINI

*Ilustrasi - Benarkah mengonsumsi ceker ayam bisa meningkatkan kolesterol?(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Cara Mengukur Kebutuhan Porsi Makan Lansia

Memahami Hipertensi (12): Relaksasi Nafas dan Otot serta Pikiran untuk Turunkan Tensi

China hingga Indonesia Berlomba Bangun Sistem Ramah Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026