
Oleh : DR. dr. Martina Wiwie S. Nasrun SpKJ(K) dari Departemen Psikiatri RSCM - FKUI
Memasuki fase kehidupan berikutnya bagi seseorang adalah tantangan dan peluang yang harus dilalui dalam tugas perkembangan sejak bayi hingga lanjut usia.
Pandangan bahwa orang lanjut usia (lansia) sudah tidak produktif lagi adalah hal yang keliru (kurang tepat).
Kenapa? Karena menurut teori perkembangan Erickson lansia seharusnya sudah berada di fase integritas diri dengan banyak pengalaman hidup, puas dengan kehidupannya serta mampu bertindak bijak (compassion).
Saat ini di Indonesia banyak orang lansia masih aktif bekerja sebagai penanggung jawab keuangan keluarga.
Banyak lansia yang sudah pensiun dari pekerjaan formal sebelumnya masih tetap aktif bekerja di tempat lain ataupun menekuni hobi yang sebelumnya tidak sempat dilakukan seperti melukis, berkebun, rekreasi, memasak dll.
Mencari uang semata tidak lagi menjadi tujuan utama, namun lebih untuk mencari kegiatan yang disenangi (mengisi waktu luang) agar hidup menjadi lebih bermakna bagi diri sendiri maupun orang di sekitar.
Jadi apa yang dimaksud dengan ‘produktif’ pada orang lansia?
Pengelompokkan lansia ‘potensial’ dan ‘non potensial’ sepertinya kurang pas karena setiap orang lansia tentunya mempunyai potensi yang unik sesuai dengan kecakapan, pribadi dan pengalamannya.
Mendefinisikan lansia potensial dengan lansia yang masih bekerja (berpenghasilan) adalah suatu hal yang sangat berorientasi materialistik.
Seseorang yang telah mencapai fase integritas adalah orang yang bahagia, puas dengan kehidupannya (di masa lalu maupun saat kini), antusias menghadapi masa depan, merasa sehat, mandiri secara finansial maupun fisik serta terus bekerja dengan kreatif seraya menikmati kegemaran (hobi).
Bila gagal mencapai fase integritas lansia terancam mengalami ‘despair’ yaitu merasa pesimis, kecewa, kesepian, apatis dan tidak ada motivasi untuk berkegiatan.
Jika kondisi ini berkelanjutan dapat mengakibatkan gangguan depresi yang menyebabkan orang lansia semakin terisolasi tanpa kegiatan sama sekali.
Jadi bagaimana agar lansia bisa tetap produktif?
Selain motivasi hidup dari dalam diri sendiri juga diperlukan dukungan dari lingkungan (keluarga, teman, keuangan, kesehatan) dan sarana fasilitas yang menstimulasi lansia untuk berkegiatan (olahraga, musik, seni, sosial dll).
Bagi lansia yang merasa hidupnya sudah cukup, tidak mau beraktivitas lagi karena merasa sudah tuntas tugasnya, tidak punya teman sebaya, kita perlu melakukan berbagai upaya untuk mendorong mereka agar bergairah kembali dengan mengungkit makna hidup dan potensi yang dimilikinya.
Hidup tanpa kegiatan dan rencana hari esok dapat menjurus pada kesepian dan perasaan hampa (kosong) yang dapat berisiko timbulnya keinginan berhenti hidup.
Tambahkanlah kehidupan pada tahun-tahun yang kita jalani bukan hanya menambah tahun dalam kehidupan Anda.
Enjoy your life without any burden! Menerima kenyataan hidup (baik dan buruk) adalah kunci dari kebahagiaan dan rasa syukur pada sang pencipta.
Jadi apapun yang terjadi, tetaplah bergerak (keep moving, physic and mental) agar menjadi lansia yang produktif dalam karya dan dapat menikmati masa tua dengan senang.***
Foto: freepik.com
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri