Rahasia Sederhana Lansia Tetap Sehat dan Bahagia di Usia Senja


Berita Lansia - Lansia seringkali menghadapi tantangan dalam menjaga kesehatan fisik mereka. Salah satu cara menjaga kesehatan di usia senja adalah tetap aktif, terutama melalui kegiatan yang melibatkan interaksi sosial dan fisik. 

2024-08-26 19:51:02

Geriatri.id - Lansia seringkali menghadapi tantangan dalam menjaga kesehatan fisik mereka. Salah satu cara sederhana untuk menjaga kesehatan di usia senja  adalah tetap aktif, terutama melalui kegiatan yang melibatkan interaksi sosial dan fisik.

Salah satu aktivitas yang sangat bermanfaat bagi lansia adalah berjalan-jalan bersama cucu di akhir pekan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan kebahagiaan bagi cucu, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan lansia.

Berikut manfaat jalan-jalan bersama cucu bagi lansia:

1. Meningkatkan kebahagiaan 

Menurut penelitian sebuah penelitian, kakek-nenek yang menghabiskan waktu bersama cucu mereka melaporkan tingkat kebahagiaan dan kebermaknaan lebih tinggi dibanding menghabiskan waktu sendiri atau dengan orang lain. 

Penelitian ini dilakukan Dunifon RE, Near CE, dan Ziol-Guest KM dalam Backup Parents, Playmates, Friends: Grandparents Time with GrandChildren" (2018).

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Berjalan-jalan bersama cucu dapat meningkatkan hormon kebahagiaan seperti oksitosin dan dopamin, yang membantu lansia merasa lebih bahagia.

2. Menjaga kesehatan fisik 

Mengasuh cucu, termasuk berjalan-jalan bersama mereka, dapat menjadi bentuk olahraga ringan yang efektif bagi lansia. 

Sebuah penelitian menunjukkan aktivitas ini dapat membantu menjaga lansia tetap aktif secara fisik, yang pada gilirannya membantu menstabilkan tekanan darah dan kadar gula darah. 

Penelitian ini dilakukan Di Gessa G., Glaser K., dan Tinker A. dalam The Impact of Caring for Grandchildren on the Health of Grandparents in Europe: A Life Course Approach (2016). 

Selain itu, keterlibatan dalam aktivitas bersama cucu mendorong lansia untuk menerapkan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat dan menjauhi kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol.

3. Mengurangi kesepian dan depresi

Kesepian dan depresi sering menjadi masalah serius bagi lansia, terutama mereka yang telah kehilangan pasangan atau teman sebaya. 

Berjalan-jalan bersama cucu menawarkan kesempatan bagi lansia untuk terlibat dalam interaksi sosial yang hangat dan penuh kasih, mengurangi perasaan kesepian dan risiko depresi. 


Keakraban dengan cucu mereka dapat menjadi pengingat bahwa mereka masih memiliki peran penting dalam keluarga.

Ini dapat memperbaiki suasana hati dan kesejahteraan emosional mereka.

4. Meningkatkan kesehatan mental 

Menghabiskan waktu bersama cucu tidak hanya memberikan kebahagiaan, tetapi juga membantu menjaga kesehatan mental lansia. 

Interaksi ini membuat mereka merasa lebih berharga dan dekat secara emosional dengan keluarga, yang pada gilirannya mengurangi stres, kecemasan, dan depresi. 

Ini sangat dibutuhkan lansia untuk menjaga keseimbangan emosional dan mental mereka.

5. Menjaga fungsi kognitif tetap tajam

Fungsi kognitif sering menurun seiring bertambahnya usia. Ini bisa menjadi masalah serius yang mengarah pada kondisi seperti demensia. 

Sebuah penelitian menunjukkan aktivitas mengasuh cucu dapat membantu menjaga dan bahkan meningkatkan fungsi kognitif lansia. 

Berinteraksi dan bermain dengan cucu membantu otak lansia tetap aktif, sehingga memperlambat penurunan kognitif dan menjaga pikiran tetap tajam.

Penelitian ini dilakukan Shiming Liao dkk. dalam Intergenerational Ties in Context: Association between Caring for Grandchildren and Cognitive Function in Middle-Aged and Older Chinese (2021). 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, berjalan-jalan bersama cucu menjadi salah satu kegiatan terbaik bagi lansia. 

Selain memperkuat ikatan keluarga, aktivitas ini juga berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik, mental, dan emosional mereka. 

Jadi, jangan ragu untuk meluangkan waktu bersama cucu di akhir pekan, karena manfaatnya sangat besar.***

*Ilustrasi - Lansia menghabiskan waktu bersama cucu.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Bahasa Cinta untuk Lansia: Hal Kecil yang Membuat Mereka Bahagia

Memahami Hipertensi (15): Ancaman Sunyi yang Sering Terlambat Disadari

Memahami Hipertensi (14): Ketika Tekanan Darah Tinggi Mengincar Daya Ingat

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026