
Geriatri.id - Seiring bertambahnya usia, menjaga kesehatan sendi menjadi semakin penting, terutama bagi lansia. Salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan sendi adalah cairan sinovial, yang berfungsi sebagai pelumas alami dalam tubuh.
Cairan ini memungkinkan sendi bergerak dengan mudah dan tanpa gesekan yang berlebihan, serta membantu mengurangi risiko cedera dan rasa sakit. Memahami pentingnya menjaga cairan sinovial dapat membantu lansia mempertahankan mobilitas dan kualitas hidup yang baik.
Cairan sinovial adalah cairan kental yang ditemukan dalam rongga sendi di tubuh kita. Cairan ini memiliki peran krusial dalam menjaga fungsi sendi, seperti pelumasan, nutrisi bagi tulang rawan, dan pengurangan gesekan selama pergerakan. Cairan ini juga berfungsi sebagai peredam kejut, melindungi tulang dan sendi dari tekanan yang bisa menyebabkan kerusakan.
Dengan bertambahnya usia, produksi cairan sinovial cenderung menurun, yang dapat menyebabkan kekakuan dan rasa sakit pada sendi.
Baca juga: Cuaca Panas Jadi Ancaman Serius Bagi Lansia
Kekurangan cairan ini membuat sendi kurang fleksibel, sehingga pergerakan menjadi sulit dan nyeri. Memastikan bahwa cairan sinovial tetap dalam kondisi optimal dapat membantu lansia mempertahankan mobilitas dan fleksibilitas mereka.
"Malam hari ketika sendi tidak digerakkan saat tidur kan kita diam saja, cairan sinovial ini makin berkurang sehingga pada pagi hari sendi kaku, pas berdiri lutut sakit," jelas Dokter Ade Jeanne D. L. Tobing, Sp.KO yang merupakan Spesialis Kedokteran Olahraga dan Wakil Ketua PERWATUSI dalam pemaparannya saat menjadi narasumber di program live streaming Lansia Online di kanal YouTUbe Geriatri TV, Sabtu, 2 Maret 2024 lalu.
"Tubuh kita semakin sering sendi bergerak tambah latihan kekuaran maka cairan sinovial aktif dan licin melindungi sendi," sambungnya.
Osteoartritis adalah salah satu masalah sendi yang paling umum dialami oleh lansia, dan seringkali terkait dengan penurunan cairan sinovial.
Tanpa pelumasan yang cukup, tulang rawan di antara sendi bisa terkikis, menyebabkan tulang bergesekan satu sama lain dan menimbulkan rasa sakit. Menjaga kadar cairan sinovial dapat membantu mengurangi risiko osteoartritis dan nyeri sendi.
Cairan sinovial juga bertindak sebagai sumber nutrisi bagi tulang rawan yang menutupi ujung tulang di sendi. Dengan adanya cukup cairan ini, tulang rawan tetap sehat dan dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Tanpa cairan sinovial yang memadai, tulang rawan bisa menipis, menyebabkan ketidaknyamanan dan masalah kesehatan lainnya.
Aktivitas fisik yang teratur dapat merangsang produksi cairan sinovial dan menjaga kesehatan sendi. Latihan seperti berjalan, berenang, atau yoga sangat bermanfaat bagi lansia karena membantu menjaga fleksibilitas dan kekuatan sendi tanpa memberikan tekanan yang berlebihan.
Baca juga: Pentingnya Latihan Beban Bagi Lansia untuk Mencegah Jatuh dan Menjaga Kesehatan Mental
Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program olahraga untuk memastikan latihan yang dipilih sesuai dengan kondisi fisik lansia.
Menjaga kesehatan cairan sinovial adalah bagian penting dari menjaga kesehatan sendi pada lansia. Dengan memastikan tubuh tetap terhidrasi, mengonsumsi makanan yang mendukung kesehatan sendi, berolahraga secara teratur, dan mempertahankan berat badan yang sehat, lansia dapat memperpanjang kesehatan sendi mereka.***
Foto: Ilustrasi lutut kekurangan cairan sinovial. (Pixabay)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri