Tiru Pola Makan Ala Jepang Cegah Malnutrisi pada Lansia


Berita Lansia - Kasus malnutrisi tidak saja dialami kalangan anak-anak. Bahkan, para usia lanjut pun bisa mengalami masalah nutrisi.

2019-12-18 14:47:14

Oleh: dr. Hj.Nina Kemala Sari, SpPd K-G, FINASIM

Kasus malnutrisi tidak saja dialami kalangan anak-anak. Bahkan, para usia lanjut pun bisa mengalami masalah nutrisi. Tentunya, faktor penyebab malnutrisi pada lansia berbeda dengan anak-anak.

Perlu kita tahu, mayoritas malnutrisi yang terjadi pada lansia adalah karena faktor psikologis ata mental.  

Kalangan usia lanjut yang mengalami malnutrisi umumnya mengalami penyakit tertentu dan banyak mengonsumsi obat-obatan.

Pasalnya, ada sebagian obat yang bisa menyebabkan selera makan menurun. Efek selanjutnya, lansia jadi sulit makan dan menyebabkan malnutrisi.  

Istilah Meals on Wheels

Penyebab malnutrisi lainnya yang terjadi pada lansia masih banyak lagi.

Berdasarkan buku yang ditulis Miller pada tahun 1999, diungkapkan bahwa penyebab malnutrisi pada lansia secara mudah bisa disingkat menjadi istilah ‘Meals on wheels’.

Apakah makna dari istilah tersebut?  Kita coba uraikan dari awalan huruf  masing-masing seperti berikut ini:

Medications

Emotional Problems

Anorexia

Late-Life Paranoia

Swallowing Disorder

Oral Factors

Neoplasia

Wandering

Hyperthyroidism

Enteric Problems

Eating Problems

Low Salt

Social Problems.

Tiru Pola Makan Ala Jepang

Lalu, bagaimana cara mencegah agar lansia tidak mengalami  kasus malnutrisi?  Ada suatu metode atau pola makan dari Okinawa Jepang bisa kita adaptasi atau tiru agar lansia tetap sehat dan panjang usia.

Berikut di antaranya:


1. Minum minimal delapan gelas air per hari

Upayakan untuk minum sebanyak delapan gelas per hari.  Ini bertujuan agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Dengan begitu, tidak terjadi penurunan metabolisme tubuh.

2. Pilih karbohidrat kompleks

Selanjutnya, pilih asupan karbohidrat kompleks untuk sumber energi utama. Misalnya, beras merah atau gandum.

3. Tetap konsumsi lemak dan protein tinggi

Lansia mengonsumsi lemak dan protein tetap penting. Akan tetapi, pastikan asupan lemak dan protein ini dari sumber bahan pangan yang nabati. Misalnya, kacang-kacangan, buah, dan sayur. Sedangkan untuk daging merah sebaiknya dikurangi dan diganti dengan ikan.

4. Konsumsi vitamin dan mineral

Tak kalah penting adalah konsumsi berbagai vitamin dan mineral, misalnya kalsium, vitamin D dan vitamin B12.

Nah, selamat mencoba, semoga sehat selalu!***

Hilman H / foto: freepik.com

 

 

 

 

fkui,rscm,geriatri,gerontologi,lansia,lansiasehat,lanjutusia,usialanjut

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026