
Geriatri.id - Ketika memasuki usia lanjut, orang cenderung memiliki beberapa keterbatasan, termasuk dalam hal mobilitas. Meski demikian, kelompok lanjut usia (lansia) disarankan untuk tetap aktif bergerak. Mengapa?
Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat (AS), bergerak aktif pada lansia memiliki banyak manfaat, termasuk mencegah dan memperlambat risiko penyakit.
Selain itu, kebiasaan ini dapat membantu lansia untuk hidup lebih mandiri dan melakukan berbagai kegiatan serta memenuhi kebutuhan mereka sendiri di usia lanjut.
Beberapa manfaat utama dari bergerak aktif bagi lansia antara lain menjaga kekuatan tubuh, menjaga kemampuan kognitif, mencegah risiko berbagai penyakit dan menstabilkan kondisi psikologis.
Selain manfaat fisik, bergerak aktif dan berolahraga juga membantu menjaga kestabilan psikologis lansia.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Dengan aktif berolahraga dan menjalani gaya hidup aktif, lansia dapat mengalami perbaikan mood, terhindar dari depresi dan kecemasan, serta menikmati kesejahteraan psikologis yang lebih baik.
Aktivitas fisik juga dapat dilakukan di sekitar rumah. Segala bentuk aktivitas fisik dapat memberikan manfaat kesehatan jika dilakukan secara rutin dan dengan durasi dan intensitas yang cukup.
Jenis-jenis aktivitas fisik yang dapat dilakukan lansia diantaranya berjalan kaki, bersepeda, olahraga, dan bentuk rekreasi aktif seperti menari, yoga dan tai chi.
Aktivitas fisik yang direkomendasikan untuk usia dewasa (18 – 64 tahun)
- Melakukan selama minimal 150-300 menit aktivitas fisik intensitas sedang dalam sepekan, contohnya jalan cepat. Atau selama minimal 75-150 menit aktivitas fisik intensitas berat dalam sepekan, contohnya lari.
- Melakukan selama minimal 2 hari dalam seminggu aktivitas fisik untuk penguatan otot dan tulang, contohnya sit up, push up, plank, squat dan lain-lain.
- Tambahan manfaat kesehatan akan diperoleh jika melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama lebih dari 300 menit dan aktivitas fisik intensitas berat lebih dari 150 menit
- Membatasi waktu yang dihabiskan untuk kegiatan sedentari dan menggantikannya dengan berbagai aktivitas dalam berapapun tingkat intensitasnya.
Aktivitas fisik yang direkomendasikan untuk lansia (65 tahun atau lebih)
- Melakukan selama minimal 150-300 menit aktivitas fisik intensitas sedang dalam sepekan, contohnya jalan cepat. Atau selama minimal 75-150 menit aktivitas fisik intensitas berat dalam sepekan, contohnya lari.
- Melakukan selama minimal 2 hari dalam sepekan aktivitas fisik untuk penguatan otot intesitas sedang atau lebih yang melibatkan otot besar.
- Melakukan selama minimal 3 hari dalam seminggu aktivitas fisik untuk keseimbangan dan penguatan dengan intesitas sedang sampai lebih.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
- Tambahan manfaat kesehatan akan diperoleh jika melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama lebih dari 300 menit dan aktivitas fisik intensitas berat lebih dari 150 menit
- Membatasi waktu yang dihabiskan untuk kegiatan sedentari dan menggantikannya dengan berbagai aktivitas dalam berapapun tingkat intensitasnya.***
*Ilustrasi - Tetap bergerak aktif di usia senja.(Pixabay)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri