Jangan Keliru Tangani Lansia, Bagaimana Caranya?


Berita Lansia - Konon, ternyata semakin banyak warga dunia yang sudah berusia lanjut. Bahkan, diperkirakan pada tahun 2025 penduduk yang berusia senja akan bertambah sekitar 400 persen.

2019-12-13 16:22:28

Geriatri.id - Konon, ternyata semakin banyak warga dunia yang sudah berusia lanjut. Bahkan, diperkirakan pada tahun 2025 penduduk yang berusia senja akan bertambah sekitar 400 persen. Wow!

Seseorang dikatakan lanjut usia bila sudah berusia di atas 60 tahun. Mayoritas orang yang berusia lanjut kualitas hidupnya menurun.

Memang hal yang wajar, seiring bertambahnya umur, maka fungsi-fungsi pada tubuh mulai menurun.

Tentu saja, tidak hanya mengalami perubahan fisik. Akan tetapi  juga tubuh kemungkinan mengalami penyakit tertentu.

Sejatinya menjadi tua tak harus sakit atau penyakitan, loh. Banyak juga orang yang sudah usia lanjut tapi tetap segat dan bugar. Hal ini tidak dipengaruhi atau ditentukan oleh usia kronologis seseorang.

Kondisi Kesehatan Lebih Kompleks

Persoalan kesehatan yang dialami lansia boleh jadi lebih kompleks bila dibandingkan orang dewasa apda umumnya.

Karena itu, lansia dengan kondisi  kesehatan yang terganggu tentunya membutuhkan penanangan dan perhatian yang khusus. Baik dari anggota keluarga terdekat, maupun dari tenaga medis.

Nah, perlu kita ketahui bahwa masalah yang dialami lansia tidak semata-mata adanya perubahan secara fisik.

Akan tetapi, faktor mental dan sosial juga mengalami perubahan. Maka tak heran bila banyak terjadi keliru atau salah persepsi ketika merawat lansia.

Kekurangpahaman kita dalam merawat lansia justru bisa mengakibatkan penurunan kondisi kesehatannya. Misal, ketika nafsu atau selera makan lansia menurun dibiarkan tak ditangani dengan baik, justru berisiko mengalami malnutrisi dan mudah sakit.                       

Contoh ketidakpahaman lain, ketika lansia mengeluhkan suatu penyakit, bisa jadi berbeda dengan yang dikeluhkan orang muda.

Misal, lansia yang mengalami penyakit infeksi paru, mungkin gejalanya berupa tak mau makan dan tanpa ada demam.

Berbeda bila penyakit yang sama dialami kaum muda mungkin tampak gejala batuk-batuk, sesak atau bahkan demam.  

Perlu Pendekatan Khusus


Sekali lagi, menangani dan merawat lansia memang membutuhkan pendekatan yang khusus. Terlebih, menangani lansia yang renta atau rapuh serta mengalami beberapa masalah penyakit.  

Penanganan atau perawatan di rumah sakit tentunya perlu secara terpadu agar penggunaan obat-obatan dapat lebih terkontrol.  

Pasalnya, kemungkinan lansia perlu mengonsumsi beberapa obat dari resep beberapa dokter.

Nah, layanan terpadu ini salah satunya berfungsi agar obat-obatan yang diberikan pada pasien lansia tidak tumpang tindih atau ada kesamaan obat yang diberikan dari dokter yang berbeda.

Hilman/Foto: freepik.com

Narasumber ahli :

Dr. dr. Aulia Rizka, SpPD, K-Ger, M.Pd-Ked

Staf Divisi Geriati , Departemen Ilmu Penyakit Dalam, FKUI – RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta

 

fkui,rscm,geriatri,gerontologi,penyakitdalam,penyakit dalam,lansia,lanjut usia,usia lanjut,usialanjut,lansiasehat,lansia sehat,penuaan,penuaandini

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026