Tips Lansia Lindungi Diri dari Cuaca Dingin di Musim Kemarau


Berita Lansia - Meski statusnya musim kemarau, namun bukan berarti tidak akan turun hujan sama sekali. Bagaimana cara lansia agar tetap sehat menghadapi cuaca dingin? 

2024-07-16 09:02:27

Geriatri.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia pada Juli dan Agustus 2024 yang mencakup 77,27% wilayah zona musim. 

Meski statusnya musim kemarau, namun bukan berarti tidak akan turun hujan sama sekali. Bagaimana cara lansia agar tetap sehat menghadapi cuaca dingin? 

Fenomena hujan deras di musim kemarau bukan anomali iklim. Kondisi ini normal dan wajar, mengingat letak geografis Indonesia berada diantara dua benua yaitu Australia dan Asia dan dua samudera yaitu Pasifik dan Hindia.

"Letak geografis ini menjadikan Indonesia memiliki dua musim berbeda, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Angin monsun barat dari Benua Asia membuat Indonesia mengalami musim hujan. Sementara secara umum, musim kemarau di Indonesia berkaitan dengan aktifnya angin monsun timur dari Australia yang bersifat kering," ujar Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dikutip dari laman BMKG. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Dwikorita menjelaskan, meski berstatus musim kemarau,  bukan berarti tidak turun hujan sama sekali. Musim kemarau sendiri, tidak terjadi secara bersamaan di Indonesia dan berlangsung dengan durasi berbeda antar wilayah.

Berdasarkan pemantauan BMKG, hingga akhir Juni 2024 menunjukkan 43% Zona Musim di Indonesia sedang mengalami musim kemarau. 

Meski musim kemarau sedang terjadi di sebagian wilayah Indonesia, namun tidak selalu menunjukkan kondisi iklim kering dan panas. Ini karena keragaman iklim di Indonesia tidak hanya dipengaruhi kondisi musim. 

Banyak faktor lain yang mempengaruhi keragaman iklim di Indonesia yaitu faktor global misalnya fenomena El Nino/La Nina, faktor regional misalnya Madden Julian Oscillation dan menghangatnya suhu permukaan laut di sekitar Indonesia, dan faktor lokal misalnya adanya angin darat-angin laut.

"Sebuah kejadian cuaca, umumnya merupakan hasil interaksi dari berbagai faktor tersebut," tambahnya.

Tips melindungi diri dari cuaca dingin untuk lansia


Memasuki musim kemarau, secara umum kondisi suhu udara relatif lebih terik atau panas pada siang hari. Sedangkan pada malam hingga dini hari umumnya suhu akan lebih dingin. 

Pada kondisi cuaca dingin, tubuh dipaksa menyesuaikan diri terhadap cuaca ekstrem. Akibatnya, daya imun sangat terpengaruh saat terjadi perubahan cuaca. 

Barikut cara menghadapi paparan udara dingin dikutip dari poltekkespim.ac.id:

1. Minum air

Saat udara dingin seseorang cenderung tidak haus dan menghindari minum.

Akibatnya terjadi dehidrasi pada tubuh. Minum cukup air untuk mencegah mencegah dehidrasi.

2. Mengurangi kafein

Hindari minuman mengandung kafein berlebihan. Misalnya kopi atau minuman bersoda. 

Mengonsumsi minuman tersebut dapat mengakibatkan dehidrasi dan tubuh menjadi tidak tahan terhadap dingin.

3. Nutrisi

Nutrisi makanan merupakan hal penting untuk selalu diperhatikan. Jika nutrisi makanan tidak baik akan mempengaruhi daya tahan tubuh. 

Disarankan mengonsumsi makanan mengandung kalori tinggi. Misalnya, makanan sumber karbohidrat dan berlemak untuk menjaga tubuh senantiasa dalam kondisi hangat. 

Sebaiknya tetap mengosumsi buah dan sayur-sayuran sehingga stamina bisa tetap senantiasa dalam kondisi vit.

4. Lotion tubuh

Udara dingin mengakibatkan kulit kering yang dapat memicu terjadinya luka. 

Untuk menjaga kelembapan kulit pada cuaca dingin, sebaiknya menggunakan lotion pada kulit tangan dan telapak kaki.

5. Pakaian yang tepat

Cara sederhana melindungi diri dari udara dingin adalah mengenakan pakaian yang tepat. 

Misalnya mengenakan jaket yang dapat menutupi seluruh tubuh, pakaian berlapis, tutup kepala tambahan, kaos kaki tebal dan sarung tangan selama berada di luar. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Selalu gunakan pakaian kering dan bersih agar tubuh tetap sehat.

6. Krim pelembut bibir

Cuaca dingin dapat menyebabkan bibir dan lubang hidung terasa kering dan pecah. 

Bibir dan hidung kering menimbulkan luka yang dapat mengurangi nafsu makan atau mimisan. 

Apabila bibir terasa kering, krim pelembut bibir dan hidung dapay digunakan.***

*Ilustrasi - Hujan di musim kemarau.(Pixabay)

Video Lansia Online


ARTIKEL LAINNYA

Layanan Konsultasi bagi Jamaah Haji Lansia dan Keluarga

Libur 4 Hari Tanpa Ribet, Naik TransJakarta Aja!

Memahami Hipertensi (4): Proses Terjadinya Hipertensi pada Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026