7 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Menjaga Fungsi Ingatan Lansia


Berita Lansia - Seiring bertambahnya usia, kemampuan kognitif, termasuk daya ingat akan mengalami penurunan. Karena itu, lansia kerap kesulitan mengingat sesuatu yang sepele seperti dimana mereka meletakkan barang. 

2024-07-15 23:00:47

Geriatri.id - Seiring bertambahnya usia, kemampuan kognitif, termasuk daya ingat akan mengalami penurunan. Karena itu, lansia kerap kesulitan mengingat sesuatu yang sepele seperti dimana mereka meletakkan barang. 

Perubahan pada otak seiring bertambahnya usia meliputi perubahan ukuran dan struktur yang dapat dirasakan seiring berjalannya waktu.

Berikut tujuh langkah yang disarankan untuk lansia dalam menjaga fungsi ingatan mereka:

1. Kendalikan kolesterol dan tekanan darah

Kolesterol dan tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, yang berpotensi mengembangkan demensia. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Penelitian pada 2021 di Journal of Alzheimer’s Disease* menunjukkan kesehatan kardiovaskular yang baik, termasuk kontrol gula darah dan berat badan berkaitan dengan fungsi kognitif lebih baik.

2. Hindari merokok dan konsumsi alkohol 

Menurut Alzheimer’s Association, merokok dan konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko demensia. 

Studi pada 2022 menemukan konsumsi alkohol di atas tujuh unit per minggu terkait dengan kadar zat besi yang lebih tinggi di otak, dapat berdampak negatif pada fungsi kognitif.

3. Aktif belajar

Mempelajari keterampilan baru dan mengejar hobi baru membantu menjaga aktivitas mental yang berkontribusi dalam membangun koneksi di otak, sehingga dapat mengurangi penurunan kognitif. 

Membaca dan menulis secara teratur juga dapat mengurangi penurunan memori hingga 32 persen.

4. Aktivitas fisik

Olahraga teratur merupakan cara efektif dalam menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. 

Aktivitas fisik membantu meningkatkan aliran darah ke otak, mengurangi tekanan darah dan mencegah peradangan.

5. Tidur cukup


National Sleep Foundation merekomendasikan durasi tidur lansia selama tujuh hingga delapan jam setiap malam. 

Kurang tidur dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental lansia, mengurangi fokus, memperburuk ingatan, dan mengubah suasana hati.

6. Pola makan sehat

Menurut Everyday Health, konsumsi makanan kaya vitamin E, vitamin B, dan asam lemak omega-3 dapat meningkatkan kognisi. 

Sebaliknya, makanan tinggi lemak jenuh dapat berdampak buruk pada otak. 

Karena itu, lansia disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak sayuran berdaun hijau, buah beri dan makanan laut.

7. Aktif bersosialisasi

Menjalin hubungan sosial dengan teman baru atau menghabiskan waktu bersama orang lain berkontribusi pada kesehatan otak. 

Penelitian pada 2021 menunjukkan keterlibatan sosial yang tinggi dapat menurunkan risiko demensia.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Dengan menerapkan tujuh langkah tersebut, lansia dapat menjaga kesehatan otak dan fungsi ingatan mereka seiring bertambahnya usia.***

*Ilustrasi - Aktivitas membaca.(Pixabay)

Video Lansia Online


ARTIKEL LAINNYA

Cara Memilih Tensimeter yang Cocok di Rumah

Layanan Konsultasi bagi Jamaah Haji Lansia dan Keluarga

Libur 4 Hari Tanpa Ribet, Naik TransJakarta Aja!

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026