Mengenal Hipotensi Ortostatik pada Lansia


Berita Lansia - Lansia dapat mengalami hipotensi ortostatik dimanapun, namun prevalensinya lebih tinggi pada mereka yang sedang dirawat di rumah sakit. 

2024-04-30 21:09:59

Geriatri.id - Lansia dapat mengalami hipotensi ortostatik, namun prevalensinya lebih tinggi pada mereka yang sedang dirawat di rumah sakit. 

Hipotensi ortostatik adalah penurunan tekanan darah sistolik minimal 20 mmHg atau penurunan tekanan darah diastolik minimal 10 mmHg dalam waktu 3 menit setelah berdiri dari posisi terlentang atau duduk.

Saat seseorang beranjak berdiri dari duduk atau berbaring, darah karena pengaruh gravitasi akan mengalir ke bagian tubuh bawah, sehingga bagian tubuh bagian atas otak dan jantung akan mengalami kekurangan sirkulasi darah.

Pada kondisi normal, respon tubuh akan mengembalikan hemodinamik ke kondisi balance. Namun beberapa orang terutama orang tua proses tersebut tidak berjalan baik sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah.  

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Hal ini umum terjadi pada setidaknya 1 dari 3 orang tua, dan dapat berisiko menyebabkan jatuh, penurunan fungsi, dan penurunan kualitas hidup. 

Mengenali penyebab hipotensi ortostatik dapat membantu mengidentifikasi dan modifikasi untuk mempercepat pengobatan.

Karena itu, penilaian rutin terkait hipotensi ortostatik dan perubahan denyut nadi perubahan dalam pengaturan perawatan akut sangat penting. 

Selain itu, penting juga untuk menilai hipotensi ortostatik pasca-rawat inap dalam rehabilitasi sub-akut, rawat jalan dan di rumah, memastikan kondisinya sudah sembuh setelah dipulangkan.

Penyebab hipotensi ortostatik


Beberapa informasi untuk membantu menentukan penyebab hipotensi ortostatik dengan mengukur denyut nadi dan tekanan darah saat berbaring, duduk, dan berdiri

- Jika denyut nadi meningkat lebih dari 20 x/menit saat tekanan darah turun, ini menunjukkan hipovolemia (misalnya dehidrasi, kehilangan darah akut) atau efek samping dari obat (misalnya anti-hipertensi, obat-obatan psikotropika).

- Jika denyut nadi tetap konstan atau naik kurang dari 10 x/menit saat tekanan darah turun, ini menunjukkan disfungsi otonom (misalnya defisiensi Vitamin B12, penyakit Parkinson, neuropati diabetik).

Penanganan hipotensi ortostatik

Dengan mengenal lebih dini penyebab hipotensi ortostatik akan membantu penanganan secara tepat.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

- Jika disebabkan hipovolemia (kekurangan cairan tubuh), segera minum cukup air putih, atau penganan yang lebih komperhensif pemberian cairan intravena atau transfusi darah segera dilakukan

- Jika penyebab lebih kronis atau progresif, seperti Parkinson, seseorang perlu dilatih bergerak secara perlahan dari posisi berbaring ke duduk lalu berdiri.

- Bergantung pada penyebabnya, pada orang tua dengan hipotensi ortostatik perlu rujukan ke neurologi dan atau fisioterapi.***

*Ilustrasi - Lansia dapat mengalami hipotensi ortostatik.(Pixabay)


ARTIKEL LAINNYA

Yoga Adalah Pilihan Olahraga Cerdas yang Bagi Lansia

1 dari 5 Lansia Indonesia Masih Merokok Setiap Hari, Ini Bahayanya!

Ini Manfaat bagi Si Pendonor

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026