
Geriatri.id - Tidak semua kegiatan santai tidak memiliki manfaat di kemudian hari. Bermain game, catur dan membaca buku bisa mengurangi risiko demensia saat memasuki lanjut usia (lansia).
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Psychiatry meneliti lebih dari 15.500 lansia atau mereka yang berusia 65 tahun ke atas.di Hong Kong.
Di awal penelitian, peserta tidak ada yang mengalami demensia. Namun seiring dengan berjalannya waktu, sebanyak 1.300 orang dari mereka mengalami demensia.
Tim peneliti pada awal peneltian mengajukan pertanyaan seputar kegiatan peserta dalam sebulan terakhir, seperti membaca buku, surat kabar, majalah, bermain catur, dan lain-lain.
Penelitian itu menemukan mereka yang melakukan kegiatan santai peluang mengalami demensia lebih kecil. Sebaliknya mereka yang jarang atau tidak melakukan itu lebih besar peluangnya.
Risiko demensia tidak hanya tergantung pada pola makan sehat dan olahraga secara teratur. Kegiatan santai yang berhubungan stimulasi otak juga membantu mencegah demensia.
Menurut dua ahli yang terhubung dengan Harvard, Dr. Deborah Blacker dan Jennifer Weuve, kegiatan menantang mental dan stimulasi otak bermanfaat saat memasuki hari tua.
Penelitian lainnya yang dipimpin ahli bedah Lord Darzi menunjukkan, untuk mencegah demensia harus mengubah pola makan, olahraga dan merangsang otak melalui permainan.
Dia mengingatkan untuk tidak menunggu ditemukannya obat demensia.
Menurutnya, yang harus dilakukan adalah melatih otak dengan bermain catur, puzzle atau memecahkan teka-teki silang.
Darzi menekankan, pola makan sehat, olahraga, dan melatih otak secara rutin harus dilakukan sejak usia muda. Dia mengungkapkan ada bukti penurunan mental mulai terjadi ketika memasuki usia 40 tahun.***
*Ilustrasi membaca buku (Pixabay)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri