
Geriatri.id - Salah satu masalah yang dihadapi saat lanjut usia (lansia) adalah demensia. Untuk mengurangi risiko demensia dapat dilakukan dengan mengonsumsi produk nabati dan hewani di usia paruh baya.
Hasil sebuah penelitian yang dilansir Medical News Today, menunjukkan mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian serta produk hewani seperti daging dan susu bisa mengurangi risiko penurunan kognitif di kemudian hari.
Penelitian ini dimotori Koh Woon Puay, seorang profesor di National University of Singapore (NUS) Saw Swee Hock School of Public Health dan Duke-NUS Medical School. Hasil penelitian dipublikasikan dalam American Journal of Clinical NutritionTrusted Source.
Penelitian Puay dan rekan menggunakan data dari Singapore Chinese Health Study. Data ini merupakan hasil penelitian kohort populasi dari 63.257 orang Tionghoa di Singapura.
Pada tahap awal penelitian, sampel berusia 45-74 tahun diwawancara tatap muka.
Pertanyaan yang diajukan seputar pola makan, merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, durasi tidur, tinggi, berat badan, dan riwayat medis.
Proses ini dilakukan pada April 1993 dan Desember 1998. Selanjutnya, peneliti kembali mewawancarai mereka dalam tiga kali kunjungan hingga 2016.
Puay dan rekan menggunakan data ini untuk memilih 16.948 orang berusia rata-rata 53 tahun yang hanya menyelesaikan penilaian fungsi kognitif selama kunjungan tindak lanjut ketiga pada 2014-2016.
Hasil penelitian menunjukkan 2.443 peserta atau 14,4 persen dari mereka memiliki gangguan kognitif.
Para peneliti menemukan mereka yang patuh pada lima pola diet selama usia paruh baya lebih kecil kemungkinannya mengalami penurunan kognitif.
"Pola seperti itu bukan pembatasan satu jenis makanan tetapi komposisi pola keseluruhan yang direkomendasikan untuk mengurangi daging merah, banyak makanan nabati seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, biji-bijian utuh dan ikan, " jelasnya.
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperkiraan, saat ini jumlah prang berusia di atas 80 tahun di seluruh dunia mencapai 137 juta. Jumlah ini dipetrkirakan meningkat tiga kali lipat pada 2050, menjadi 425 juta.
Jumlah orang penderita Alzheimer dan bentuk lain dari demensia diperkirakan juga akan meningkat.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, saat ini di negara itu terdapat 5 juta orang dewasa hidup dengan Alzheimer. Diperkirakan jumlahnya juga akan menjadi tiga kali lipat dalam beberapa dekade mendatang.***
*Ilustrasi demensia (Pixabay)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri