
Geriatri.id - Stres sering dihadapi orang dengan gangguan kondisi tubuh, salah satunya mengalami fase tidur jaga terbalik. Salah satu bahan yang bisa memberi efek menekan proses stres oksidatif adalah teh hijau.
Perubahan zaman menyebabkan tingginya tekanan dan beban hidup. Tekanan tersebut berasal dari kondisi ekonomi, sosial atau lingkungan yang tidak sesuai.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terhadap stres khususnya stres psikologis. Untuk menangani ini, tindakan pencegahan sangat penting dilakukan dengan tujuan menekan angka kesakitan dan kematian.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Stres dapat dikurangi dengan peningkatan produksi antioksidan yang bisa diperoleh dari luar tubuh untuk membantu efektivitas kerja antioksidan dari dalam tubuh.
Teh hijau dianggap mampu dalam menurunkan kadar glukosa darah dan bersifat antioksidan.
Polyphenols pada teh hijau mengandung senyawa flavonoid yang paling mendominasi di antara komponen teh hijau lainnya (sekitar 75%) dari total polyphenols pada teh hijau.
Teh hijau adalah salah satu jenis teh yang tidak mengalami proses fermentasi, tetapi mengalami proses pengeringan dan penguapan daun lebih lama dibandingkan teh lainnya.
Semua jenis teh mengandung polifenol teh atau sering disebut katekin. Tetapi teh hijau lebih populer karena kandungan polifenolnya lebih tinggi dibandingkan teh hitam.
Selama bertahun-tahun, manusia telah mengonsumsi teh tiap harinya untuk efek menenangkan dan rasanya yang menggugah.
Efek menenangkan tradisional dari tanaman camellia sinensis ini telah dikembangkan menjadi berbagai jenis minuman.
Air teh tidak hanya diminum sebagai pelepas dahaga, tetapi juga sarana untuk meditasi.
Meski manfaat teh bagi kesehatan mentalu sudah menjadi rahasia umum di kalangan penikmatnya, para ilmuwan mulai meneliti bagaimana teh dapat memberikan efek baik pada suasana hati dan kognisi tubuh manusia.
Teh ternyata menyimpan potensi sebagai sumber mineral tubuh yang penting dalam berbagai proses metabolisme.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Kandungan dalam teh hijau dapat menurunkan kadar hormon stres yang disebut kortisol. Bukti dari manfaat teh untuk kesehatan jangka panjang juga muncul.
Jika diminum setengah cangkir setiap hari, teh hijau dapat menurunkan risiko depresi dan demensia.***
Sumber: Ulfah Sulistiowati Sudarto, S.Gz - RS Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor di laman Kemenkes.
Ilustrasi - Manfaat teh hijau untuk kesehatan.(Pixabay)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri