Berdayakan Lansia Melalui Politeknik Lansia Sehat Sejahtera Lentera


Berita Lansia - P3AP2KB) Kabupaten Sleman  meluncurkan Politeknik Lansia Sehat Sejahtera (PLSS) Lentera Berbah pada Sabtu 13 April 2024.

2024-04-20 17:02:18

Geriatri.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman meluncurkan Politeknik Lansia Sehat Sejahtera (PLSS) Lentera Berbah pada Sabtu 13 April 2024.

Lokasi PLSS Lentera di rumah Pembina Bina Keluarga Lansia (BKL) Lentera, Untung Sukaryadi di Dusun Kadisono, Kelurahan Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Kabipaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Untung mengatakan kegiatan BKL Lentera Dusun Kadisono, Kelurahan Tegaltirto, Berbah sudah berlangsung puluhan tahun. Jumlah anggotanya 129 lansia.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Pembentukan PLSS Lentera dalam upaya memperbaiki sistem pelayanan lansia.

Ini sesuai arahan program dari Dinas P3AP2KB Sleman. 

“Nantinya mempergunakan kurikulum yang disesuaikan dengan program yang ada dari dinas,” ujar Untung dikutip dari laman mediacenter.slemankab.go.id.

Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas P3AP2KB Sleman Mohammad Daroji menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Kadisono atas prakarsa penyelenggaraan program PLSS Lentera.

Menurut dia, program ini merupakan pengembangan BKL Lentera yang sudah berjalan lama .

“Ketika Lansia tidak sehat, tidak bisa melakukan aktivitas secara mandiri akan menjadi problem tersendiri dan akan mempengaruhi program kesejahteraan Nasional,” kata Daroji.

Daroji mengungkapkan data jumlah lansia di Sleman tahun 2023 sekitar 50 ribu orang atau 16 persen dari total penduduk di Sleman.

Untuk mengelola lansia dengan jumlah tersebut perlu terobosan sistem program yang baik.

“Sasaran program untuk pemberdayaan lansia sehingga bisa beraktivitas mandiri melayani diri sendiri bermanfaaat bagi lingkungan sekitar serta menjadikan lansia yang produktif dan bahagia,” kata Daroji.


Sekolah lansia memiliki standar sebagai program sesuai  kurikulum yang ditetapkan.

Standar Satu (S1) memberikan pelatihan untuk menjadi lansia mandiri bisa melayani aktivitas secara mandiri. Program ini 8 kali pertemuan.

Standar dua  (S2) memberikan pelatihan untuk menjadi lansia yang mandiri dan produktif bagi keluarganya.

Program standar dua juga berlangsung 8 kali pertemuan.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Standar tiga (S3) adalah pelatihan lansia untuk mandiri dan produktif baik untuk keluarga juga bisa memberikan kontribusi secara yang lebih bagi keluarga dan lingkungan.

“Peran serta dan partisipasi masyarakat Kadisono dalam mendukung program sekolah lansia bisa menjadi pilot project atau percontohan  masyarakat lainnya,” pungkasnya.***

Foto: Dinas P3AP2KB Sleman meluncurkan Sekolah Lansia Lentera Kadisono Berbah.(mediacenter.slemankab.go.id)


ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026