
Geriatri.id - Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis penyebab kematian di Indonesia. Menurut data dari Institude for Health Metrics and Evaluation, diabetes merupakan penyebab kematian tertinggi ke-3 di Indonesia pada 2019 yaitu sekitar 57,42 kematian per 100.000 penduduk.
Data International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan jumlah penderita diabetes di Indonesia pada tahun 2021 meningkat pesat dalam 10 tahun terakhir.
Jumlah tersebut diperkirakan dapat mencapai 28,57 juta pada 2045 atau lebih besar 47% dibandingkan dengan jumlah 19,47 juta pada tahun 2021.
Pada tahun 2015, Indonesia menempati peringkat ketujuh dunia
untuk prevalensi penderita diabetes dengan estimasi 10 juta orang (IDF Atlas 2015).
Posisi teratas ditempati Cina disusul India, Amerika Serikat, Brasil, Rusia dan Meksiko.
- Diabetes dengan Komplikasi merupakan penyebab kematian
tertinggi ketiga di Indonesia (SRS 2014) yaitu 6,7% di bawah stroke 21.1% dan penyakit jantung koroner 12.7%.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
- Persentase kematian akibat diabetes di Indonesia merupakan yang tertinggi kedua setelah SriLanka.
- Prevalensi orang dengan diabetes di Indonesia menunjukkan
kecenderungan meningkat yaitu dari 5,7% (2007) menjadi 6,9% (2013).
- 2/3 orang dengan diabetes di Indonesia tidak mengetahui dirinya memiliki diabetes, dan berpotensi untuk mengakses layanan kesehatan dalam kondisi terlambat (sudah dengan komplikasi).
- Prevalensi Berat badan berlebih atau overweight (13,5% Riskesdas 2013) dan obesitas (15,4%, Riskesdas 2013) yang merupakan salah satu faktor risiko terbesar diabetes meningkat terus dibandingkan Riskesdas 2007 dan 2010.
Diabetes di Asia Tenggara
- Pada tahun 2014, terdapat 96 juta orang dewasa dengan diabetes di 11 negara anggota di wilayah regional Asia Tenggara.
- Setengahnya tidak terdiagnosis dengan diabetes.
- Prevalensi diabetes di antara orang dewasa di wilayah regional Asia Tenggara meningkat dari 4,1% tahun 1980an menjadi 8,6% tahun 2014.
- Pada tahun 2012, sekitar 1 juta orang dewasa di wilayah regional Asia Tenggara meninggal karena konsekuensi dari gula darah tinggi.
Termasuk di dalamnya kematian akibat langsung dari diabetes (contoh koma diabetikum), maupun kematian karena komplikasi dan konsekuensi dari diabetes, seperti gagal ginjal, penyakit jantung dan pembuluh darah maupun tuberkulosis.
- Lebih dari 60% laki-laki dan 40% perempuan dengan diabetes
meninggal sebelum berusia 70 tahun di wilayah regional Asia Tenggara.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
- Populasi dari wilayah regional Asia Tenggara secara genetik memang rentan terhadap faktor diabetogenik lingkungan, sehingga memiliki ambang lebih rendah terhadap faktor risiko seperti usia, kelebihan berat badan dan distribusi lemak tubuh.
- Diabetes terjadi 10 tahun lebih cepat di wilayah regional Asia Tenggara dibanding wilayah Eropa, pada usia dimana merupakan masa paling produktif.***
Sumber: p2ptm.kemkes.go.id
*Ilustrasi - Pengecekan gula darah.(Pexels)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri