Kurangi Risiko Penyakit Jantung dan Stroke dengan Olahraga


Berita Lansia - Hasil penelitian menyebutkan, lanjut usia atau lansia yang melakukan aktivitas fisik bisa mengurangi risiko terserang penyakit jantung dan stroke.

2019-11-19 08:36:12

geriatri.id - Saat memasuki usia lanjut bukan berarti berhenti berolahraga. Hasil penelitian menyebutkan, lanjut usia (lansia) yang melakukan aktivitas fisik bisa mengurangi risiko terserang penyakit jantung dan stroke.

Para peneliti seperti dilansirf Healthline, Jumat (15/11/2019), mengatakan meski baru melakukan olah raga di usia lanjut, tetap mendapatkan manfaatnya. Menurut mereka, lansia hanya perlu berlari selama satu jam selama sepekan.

"Ini juga sejalan dengan penelitian lain tentang olahraga yang secara spesifik juga menunjukkan, mereka yang baru berolahraga di usia lanjut akan tetap mendapat manfaat klinis," ujar ahli kardiologi dari Mission Hospital di Southern California, Dr Michael Miyamoto. 

Peneliti mengamati lebih dari 1 juta laki-laki dan perempuan berusia 60 tahun ke atas dan diberikan pertanyaan tentang gaya hidup dan tingkat aktivitas fisik mereka. Peneliti menghitung jumlah aktivitas olahraga per pekannya dan setiap perubahan yang terjadi dengan melakukan pemeriksaan kesehatan.

Pemeriksaan dilakukan Layanan Asuransi Kesehatan Nasional Korea setiap tahunnya pada periode 2009-2012.

Hasilnya, sekitar 20 persen lansia yang tidak aktif pada pemeriksaan pertama tetapi kemudian melakukan aktivitas fisik mengalami penurunan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 11 persen. 

"Kami tidak terkejut dengan temuan ini, karena kami mengharapkan manfaat kesehatan kardiovaskular dari olahraga untuk orang yang lebih tua," kata Kepala peneliti Kyuwoong Kim.  

Penelitian ini juga menunjukkan manfaat aktivitas fisik lansia yang mengalami kecacatan atau hidup dengan kondisi kronis, Meraka yang awalnya tidak aktif dan kemudian menjadi sedang, hingga aktif bergerak minimal tiga kali sepekan, akan mengurangi risiko penyakit jantung.

Direktur Program Kardiologi Preventif di SHMG Cardiovascular Medicine Grand Rapids, Michigan, Dr. Thomas F. Boyden, MS mengatakan aktivitas menjadi kunci. Idealnya, lanjut dia, di usia berapa pun harus rutin merangsang jantung dan paru-paru sehingga detak jantung dan aliran pernapasan tetap terjaga. 

"Stimulasi terhadap sistem kardiovaskular dan pernapasan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke, risiko kanker dan semua penyebab kematian," pungkasnya.

*Ilustrasi olahraga (Pixabay)

 

geriatri,lansia,lansia sehat,lansia bahagia,kesehatan,penyakit jantung,stroke,merawat lansia,berita lansia,lansia online,lansia stroke

ARTIKEL LAINNYA

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

'Apakah Boleh Kita Meminta dan Memilih Pulang?'

Mata Juga Perlu Dicek Secara Rutin

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026