6 Tanda Lansia Tak Boleh Hidup Sendirian


Berita Lansia - Jika lansia menunjukkan tanda-tanda tertentu, itu artinya mereka tidak boleh tinggal di rumah sendirian.

2024-04-13 22:41:18

Geriatri.id - Banyak orang lanjut usia (lansia) memilih atau karena  keadaan tertentu harus tinggal sendirian. Umumnya lansia yang memutuskan tinggal sendirian memiliki alasan personal, seperti merasa masih sehat atau tidak ingin merepotkan anak.

Sementara, mereka yang terpaksa tinggal sendirian karena anak-anaknya sudah meninggalkan rumah kerena sudah berkeluarga sehingga tidak bisa lagi menemani orangtua.

Meski tidak lagi tinggal serumah, seyogyanya seorang anak tetap memperhatikan orangtuanya, apalagi jika sudah lansia. 

Jika lansia menunjukkan tanda-tanda tertentu, itu artinya mereka tidak boleh tinggal di rumah sendirian.

Carolyn A. Brent adalah pakar caregiver lansia sekaligus penulis Why Wait? The Baby Boomers' Guide to Preparing Emotionally, Financially & Legally for a Parents' Death. 

Baca Juga: Waspadai Depresi pada Lansia, Kenali Gejalanya

Dikutip dari Stltoday, dia mengungkapkan tanda-tanda lansia tidak boleh hidup sendiri. 

1. Kondisi rumah berantakan

Kondisi rumah berantakan bisa menjadi tanda lansia tidak memiliki waktu melakukan aktivitas harian. 

Penyebabnya bisa karena fisiknya sudah mulai menurun.

Jika menghadapi kondisi seperti ini, sebaiknya tanyakan apakah mereka membutuhkan bantuan. Berikan bantuan jika memang membutuhkan. 

2. Banyak tagihan terlupakan 

Banyaknya tagian yang dibiarkan bisa menjadi tanda lansia kewalahan dengan rutinitas sehari-hari. Salah satu penyebabnya menunrunnya kemampuan untuk mengingat seiring bertambahnya usia. 

3. Badan kurus

Umumnya lansia yang telah kehilangan pasangan mengaami depresi yang berdampak pada kehilangan selera makan. Jika seperti itu, berikan pemahaman pentingnya mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.

4. Tak peduli dengan penampilan 

Jika penampilan lansia berantakan, misalnya tidak berganti pakaian selama berhari-hari, rambut acak-acakan dan lain-lain, kemungkinan mereka kehilangan motivasi untuk merawat diri. 

Atau mungkin mereka sudah tidak peduli lagi dengan kebersihan diri.

5. Kebingungan

Jika lansia mulai mengalami kebingungan, jangan dibiarkan berlarut-larut. Kondisi ini bisa sangat berbahaya bagi keselamatan mereka.

Misalnya, meninggalkan panci di atas kompor menyala selama berjam-jam atau lupa mematikan keran dan lain-lain. 

Baca Juga: Hubungan Depresi dengan Kesehatan Jantung

6. Menunjukkan tanda-tanda depresi

Depresi bisa dipicu rasa kesepian atau kesadaran tidak bisa lagi melakukan sesuatu untuk diri sendiri. 

Tanda-tanda lansia mengalami depresi diantaranya tidak peduli dengan diri sendiri, kurang bersosialisasi dan malas berinteraksi dengan sekitar.***

Ilustrasi - Tanda-tanda lansia tidak boleh tinggal sendirian.(Pixabay)


ARTIKEL LAINNYA

Bukan Sekadar Nostalgia, Ini Alasan Lansia Senang Mengenang Masa Lalu

Ingat, ini Gangguan Mental yang Sering Menggangu Lansia

Lansia Tak Perlu Bayar Tiket, Ini Ketentuan Masuk Jakarta Fair 2026

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026