
Geriatri.id - Hari Parkinson Sedunia diperingati setiap tanggal 11 April. Parkinson merupakan salah satu penyakit yang mempengaruhi kualitas hidup lanjut usia (lansia).
Peringatan Hari Parkinson Sedunia menjadi kesempatan komunitas global untuk meningkatkan kesadaran serta menentukan langkah pencegahan penyakit itu.
Mungkin banyak masyarakat yang masih asing dengan penyakit Parkinson. Menurut laman WHO, Parkinson adalah kondisi degeneratif otak yang berhubungan dengan gejala motorik dan berbagai komplikasi non-motorik.
Gejala motorik antara lain gerakan lambat, tremor, kekakuan, berjalan dan ketidakseimbangan.
Baca Juga: Ini Tanda Awal Parkinson yang Perlu Diwaspadai Lansia
Sedangkan komplikasi non-motorik meliputi gangguan kognitif, gangguan kesehatan mental, gangguan tidur dan nyeri dan gangguan sensorik lainnya.
Apa Itu Hari Parkinson Sedunia?
Hari Parkinson Sedunia (World Parkinson's Day) adalah hari internasional yang diperingati setiap tanggal 11 April.
Peringatan ini untuk meningkatkan kesadaran global terkait Parkinson karena masih banyak orang di dunia yang belum memahami penyakit itu.
Dikutip dari National Day Calendar, Hari Parkinson Sedunia ditetapkan Asosiasi Penyakit Parkinson Eropa (EPDA) dan WHO pada 11 April 1997.
Tanggal 11 April dipilih karena sama dengan hari ulang tahun Dr. James Parkinson, dokter pertama yang mengenali Parkinson sebagai kondisi medis.
Dia menerbitkan sebuah esai pada 1817. Esai itu berjudul, "An Essay on the Shaking Palsy."
Sejak tahun 1997, Hari Parkinson Sedunia diperingati setiap tanggal 11 April.
Baca Juga: Penelitian Selama 15 Tahun Ungkap Penyebab Parkinson
Selanjutnya, tulip merah dipilih sebagai simbol resmi untuk Parkinson pada Konferensi Hari Penyakit Parkinson Sedunia ke-9 tahun 2005.
Tulip merah melambangkan kesadaran akan penyakit Parkinson.***
Ilustrasi - Hari Parkinson Sedunia.(parkinsonseurope.org)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri