
Geriatri.id - Emoji adalah ikon atau simbol yang digunakan dalam pesan digital untuk menyampaikan ekspresi dan perasaan. Namun sebuah studi menunjukkan orang lanjut usia (lansia) memiliki kecenderungan menggunakan emoji dengan cara salah.
Meski umumnya bersifat universal, penggunaan emoji dipengaruhi budaya dan demografi. Interpretasi terhadap emoji bisa berbeda tergantung konteks dan kultur pengguna.
Studi yang dilakukan para peneliti Universitas Nottingham menemukan lansia memiliki kecenderungan menggunakan emoji dengan cara yang salah.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Kesalahan ini khususnya dalam mengekspresikan emosi terkejut, takut, sedih, marah dan lain-lain melalui pesan teks.
Penelitian itu mengungkap pandangan berbeda terhadap emoji yang dipengaruhi jenis kelamin, usia dan budaya.
Penelitian penggunaan emoji di kalangan lansia
Penggunaan emoji untuk memberikan nuansa tertentu dalam percakapan.
Peneliti, Yihua Chen dan Xingchen Yang dikutip dari NyPost mengumpulkan data 253 orang dewasa Tiongkok dan 270 orang Inggris dengan kategoeri sama.
Partisipan penelitian terdiri dari 51% wanita dan 49% pria. Rentang usia partispan 18-84 tahun. Mereka diuji untuk memahami perbedaan pandangan terhadap emoji.
Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif antara usia dan keakuratan pengenalan emoji secara umum.
Penelitian melakukan pengujian pada emoji dari Apple, Windows, Android, atau WeChat.
Enam emoji yang diujikan adalah senang, jijik, takut, sedih, terkejut dan marah.
Hasil pengujian menunjukan lebel emoji perempuan cenderung lebih akurat
Kesalahan penggunaan emoji di kalangan lansia
Dibandingkan laki-laki, perempuan cenderung lebih akurat dalam memberikan label pada emoji bahagia, takut, sedih dan marah
Perbedaan persepsi antar individu terhadap emoji dapat memicu kebingungan atau interaksi yang canggung.
"Beberapa emosi wajah yang 'universal' mungkin tidak 'universal' ketika ditransfer ke emoji," Penulis utama studi Dr. Hannah Howman.
Hasil penelitian mengungkapkan ada perbedaan pandangan antara partisipan di Inggris dan Tiongkok.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Hasil penelitian ini memberikan penekanan pada pentingnya konteks dalam penggunaan emoji.
Peneliti merekomendasikan penelitian lebih lanjut. Tujuannya untuk mengeksplorasi perbedaan individu dalam penafsiran emoji.
Rencananya, Apple akan merilis 118 emoji baru pada musim semi 2024. Ini menunjukkan emoji terus berkembang.***
Ilustrasi - Emoji.(Pixabay)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri