Lansia Cenderung Gunakan Emoji dengan Cara Salah


Berita Lansia - Sebuah studi menunjukkan orang lanjut usia (lansia) memiliki kecenderungan menggunakan emoji dengan cara salah.

2024-02-26 23:22:36

Geriatri.id - Emoji adalah ikon atau simbol yang digunakan dalam pesan digital untuk menyampaikan ekspresi dan perasaan. Namun sebuah studi menunjukkan orang lanjut usia (lansia) memiliki kecenderungan menggunakan emoji dengan cara salah.

Meski umumnya bersifat universal, penggunaan emoji dipengaruhi budaya dan demografi. Interpretasi terhadap emoji bisa berbeda tergantung konteks dan kultur pengguna. 

Studi yang dilakukan para peneliti Universitas Nottingham menemukan lansia memiliki kecenderungan menggunakan emoji dengan cara yang salah.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Kesalahan ini khususnya dalam mengekspresikan emosi terkejut, takut, sedih, marah dan lain-lain melalui pesan teks.

Penelitian itu mengungkap pandangan berbeda terhadap emoji yang dipengaruhi jenis kelamin, usia dan budaya. 

Penelitian penggunaan emoji di kalangan lansia

Penggunaan emoji untuk memberikan nuansa tertentu dalam percakapan. 

Peneliti, Yihua Chen dan Xingchen Yang dikutip dari NyPost mengumpulkan data 253 orang dewasa Tiongkok dan 270 orang Inggris dengan kategoeri sama. 

Partisipan penelitian terdiri dari 51% wanita dan 49% pria. Rentang usia partispan 18-84 tahun. Mereka diuji untuk memahami perbedaan pandangan terhadap emoji.


Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif antara usia dan keakuratan pengenalan emoji secara umum. 

Penelitian melakukan pengujian pada emoji dari Apple, Windows, Android, atau WeChat.  

Enam emoji yang diujikan adalah senang, jijik, takut, sedih, terkejut dan marah.

Hasil pengujian menunjukan lebel emoji perempuan cenderung lebih akurat

Kesalahan penggunaan emoji di kalangan lansia

Dibandingkan laki-laki, perempuan cenderung lebih akurat dalam memberikan label pada emoji bahagia, takut, sedih dan marah  

Perbedaan persepsi antar individu terhadap emoji dapat memicu kebingungan atau interaksi yang canggung.

"Beberapa emosi wajah yang 'universal' mungkin tidak 'universal' ketika ditransfer ke emoji," Penulis utama studi Dr. Hannah Howman.  

Hasil penelitian mengungkapkan ada perbedaan pandangan antara partisipan di Inggris dan Tiongkok.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Hasil penelitian ini memberikan penekanan pada pentingnya konteks dalam penggunaan emoji.

Peneliti merekomendasikan penelitian lebih lanjut. Tujuannya untuk mengeksplorasi perbedaan individu dalam penafsiran emoji.

Rencananya, Apple akan merilis 118 emoji baru pada musim semi 2024. Ini menunjukkan emoji terus berkembang.***

Ilustrasi - Emoji.(Pixabay)

Video Lansia Online

 


ARTIKEL LAINNYA

Orangtua Ingin Tinggal Bareng, Siapkan Segalanya

Biar Tetap Fit, Jaga Kesehatan, Opa Oma

Yuk, Ikuti Pelatihan Caregiver Khusus Haji 2026 di Geriatri

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026