Muncul Bersama Kondisi Lain, Apakah Batu Ginjal pada Lansia Berbahaya?


Berita Lansia - Meski sebagian besar batu ginjal akan hilang tanpa pengobatan, penting mendiskusikannya dengan dokter untuk menghindari komplikasi. Apakah batu ginjal berbahaya pada lansia?

2024-02-17 23:12:58

Geriatri.id - Meski sebagian besar batu ginjal akan hilang tanpa pengobatan, penting mendiskusikannya dengan dokter untuk menghindari komplikasi. Apakah batu ginjal berbahaya pada lansia?

Seperti kelompok populasi lainnya, batu ginjal berukuran kecil jarang menjadi penyebab kekhawatiran serius bagi orang lansia. 

Batu-batu ini biasanya akan keluar dengan sendirinya dengan sedikit rasa sakit.

Namun batu berukuran lebih besar juga dapat menimbulkan risiko yang sama, seperti berkurangnya fungsi kandung kemih dan infeksi. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Selain itu, penyakit ini bisa sangat menyakitkan dan mungkin memerlukan pengobatan dengan intervensi medis.

Dari semua kelompok umur yang bisa terkena batu ginjal, orang lansia menghadapi risiko komplikasi lebih besar. 

Secara khusus, sebuah penelitian tahun 2017 mencatat lansia memiliki tingkat kematian dan infeksi akibat batu ginjal lebih tinggi dibanding populasi lainnya.

Studi itu juga mencatat orang lansia lebih cenderung mengonsumsi obat atau vitamin yang dapat mengubah profil metabolisme mereka.  Akibatnya, risiko lansia lebih tinggi terkena batu ginjal. 

Pada lansia, batu ginjal biasanya muncul bersamaan dengan kondisi lain seperti diabetes, hipertensi, obesitas, bahkan penyakit jantung koroner.

Diperkirakan 1 dari 10 orang akan didiagnosis menderita batu ginjal setidaknya sekali dalam hidupnya. 

Sebagai gambaran, sekitar setengah juta orang dirawat di ruang gawat darurat karena batu ginjal setiap tahunnya. Di Amerika, kejadian batu ginjal telah meningkat hingga 10% dari populasi.


Batu ginjal terbentuk ketika bahan kimia yang ditemukan dalam urin mengeras.

Ada empat jenis batu ginjal, dan sering kali disebabkan kombinasi terlalu banyak limbah dan tidak cukup cairan untuk mengeluarkannya dari sistem dengan baik.

Saat limbah menumpuk berubah menjadi kristal yang menarik material lain, menciptakan benda lebih besar yang terkadang dapat menyumbat, dikenal sebagai batu ginjal.

Apakah batu ginjal berbahaya jika tidak diobati?

Banyak batu ginjal keluar secara alami dari tubuh melalui urin karena ukurannya lebih kecil. 

Tergantung pada tingkat keparahan batunya, beberapa orang mungkin memilih menunggu dan membiarkannya lewat dengan sendirinya.

Kebanyakan orang akan diperingatkan untuk menunggu tidak lebih dari 4-6 minggu – selama rasa sakit atau ketidaknyamanan masih dapat ditoleransi. 

Namun, jika batu tidak keluar dengan sendirinya, dapat mempengaruhi fungsi ginjal atau menyebabkan rasa sakit yang parah sehingga intervensi medis mungkin diperlukan.

Jika tidak diobati, batu ginjal dapat menyebabkan penyumbatan pada ureter (saluran penghubung ginjal ke kandung kemih), yang dapat membuatnya menyempit. 

Ditambah lagi, hal ini dapat memicu infeksi atau menyebabkan penumpukan urin, sehingga memaksa ginjal bekerja lebih keras. 

Tanda-tanda batu ginjal yang dapat menyebabkan masalah antara lain nyeri di kedua sisi punggung bawah dan nyeri umum atau nyeri perut terus-menerus.


Selain itu juga mual atau muntah, darah dalam urin, demam dan menggigil serta urin keruh atau berbau. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Sekitar 600.000 kasus batu ginjal baru dilaporkan di Amerika Serikat setiap tahunnya.

Meskipun batu ginjal umumnya menyerang sebagian kecil populasi, namun hal ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman luar biasa. Ada empat jenis batu ginjal: kalsium, asam urat, struvite, dan sistin.

Bagi banyak orang, pola makan yang buruk, asupan cairan tidak mencukupi, diagnosis kondisi tertentu seperti penyakit radang usus atau hiperparatiroidisme, atau penggunaan obat-obatan tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal.*** 

Ilustrasi - Kebiasaan mengonsumsi garam berlebih dapat meningkatkan risiko batu ginjal.(Pixabay)

Video Lansia Online

 

lansia,batu ginjal lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online,berita lansia,geriatri

ARTIKEL LAINNYA

Peran Keluarga dalam Mendampingi Lansia

Mengenal Perubahan Tubuh di Usia Emas Saat Berpuasa

Habis Lebaran, Yuk Gerak Lagi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026