Jangan Sepelekan Jatuh pada Lansia, Kurangi Risikonya dengan Aktivitas Ini


Berita Lansia - Jatuh pada lansia tidak bisa dianggap keluhan kesehatan yang sepele. Risiko jatuh dapat berdampak kehilangan fungsi fisik dan kemandirian, serta perawatan kesehatan yang mahal. 

2024-02-06 21:07:25

Geriatri.id - Jatuh pada lansia tidak bisa dianggap keluhan kesehatan yang sepele. Risiko jatuh dapat berdampak kehilangan fungsi fisik dan kemandirian, serta perawatan kesehatan yang mahal. 

Bagaimana cara meminimalisir risiko jatuh pada lansia? 

Ternyata ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan rutin untuk meminimalisir risiko jatuh pada lansia.

Aktivitas itu antara lain berjalan kaki selama kurang dari 30 menit, berenang, dan bermain tenis setiap hari . 

Dilansir The Sun, sebuah penelitian menunjukkan risiko perempuan lansia terjatuh tiga kali lebih rendah jika berolahraga ringan minimal 2,5 jam sepekan atau setara 22 menit per hari. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Semakin lama durasi olahraga yang dilakukan akan semakin baik.

Setiap tahun, satu dari tiga lansia di Inggris terjatuh. Banyak dari mereka mengalami patah tulang atau kepala terbentur sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. 

Para pakar dari Universitas Sydney di Australia mengatakan cara mengurangi risiko terjatuh bisa dilakukan dengan melakukan aktivitas memperkuat otot dan memperbaiki keseimbangan. 

Jatuh menjadi penyebab tertinggi kedua cedera yang berakhir kematian di dunia. 

"Melakukan aktivitas fisik ringan dihubungkan dengan risiko lebih rendah terjatuh. Tetapi ini tak ditemukan pada mereka yang melakukan olahraga kurang dari 150 menit sepekan," tulis peneliti Wing Kwok di jurnal Jama Network Open.

Aktivitas fisik yang mudah dilakukan


Penelitian dengan menggunakan data 7.139 wanita Australia berusia 65-73 tahun menemukan olahraga selama 150-300 menit sepekan menurunkan risiko jatuh hingga 26 persen. 

Jika durasinya lebih dari 300 menit atau 5 jam, risiko jatuh turun hingga 34 persen.

Bermain tenis dan berenang merupakan olahraga cukup berat untuk lansia. Sementara aerobik, lari, dan bersepeda masuk kategori olahraga berat. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Jika sulit melakukan olahraga berat dan cukup berat, jalan cepat bisa menjadi pilihan. Aktivitas ini bisa menurunkan risiko hingga 17 persen dibanding tidak berolahraga sama sekali.

Badan kesehatan Inggris (NHS) menganjurkan lansia beraktivitas fisik setiap hari, termasuk melakukan pekerjaan rumah, jalan kaki atau berkebun.***

Ilustrasi - Jalan kaki secara rutin bisa meminimalisir risiko jatuh pada lansia.(Pixabay)

Video Lansia Online

 


 

lansia ,lansia jatuh,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online,berita lansia,geriatri

ARTIKEL LAINNYA

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

Mengapa Nafsu Makan Lansia Sering Menurun?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026