Terobosan, Rompi Airbag Lindungi Lansia dari Cedera Saat Terjatuh


Berita Lansia - Sata CommHealth memperkenalkan rompi airbag untuk orang lanjut usia (lansia). Rompi airbag ini berfungsi melindungi lansia yang memakainya dari cedera saat tersandung dan jatuh.

2024-02-04 18:16:57

Geriatri.id  SataCommHealth memperkenalkan rompi airbag untuk orang lanjut usia (lansia). Rompi airbag ini berfungsi melindungi lansia yang memakainya dari cedera saat tersandung dan jatuh.

Bantalan udara akan melindungi leher, kepala, bahu, dan pinggul, saat lansia mengaktifkan rompi ini.

Teknologi YDB Airbag Vest merupakan salah satu inovasi pada pameran Room for Practical Innovation for Elders beberapa waktu lalu.

Produk buatan Tiongkok ini telah diluncurkan pada tahun 2015. Banyak negara telah memanfaatkan produk ini, termasuk panti jompo di Tiongkok.

Lima tahun sebelum diluncurkan, tim desain rompi airbag mulai mempelajari bahan dan teknologi untuk menciptakan pilihan inovatif yang dapat dikenakan orang lansia.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Asisten Direktur Program Komunitas Sata, Zubaidah Yusoff mengatakan tujuan pembuatan rompi tersebut agar dapat dengan mudah digunakan orang lansia.  

“Rompi dikenakan di atas pakaian dan dirancang agar tidak mencolok dan nyaman. Manfaatnya antara lain peningkatan keselamatan dan penurunan risiko cedera serius akibat terjatuh, termasuk patah tulang dan cedera kepala,” ujarnya dikutip dari The Straits Time.  

“YDB Airbag Vest belum digunakan di panti jompo atau lansia mana pun di Singapura, namun Sata CommHealth melakukan uji coba bersama pemangku kepentingan dan klien rehabilitasi, terutama lansia yang berisiko tinggi terjatuh,” katanya. 

Pada hari Sabtu, Ketua Parlemen Tan Chuan-Jin, yang menjadi tamu kehormatan pada peluncuran produk tersebut, terlihat memeriksa rompi selama demonstrasi di Gedung Sata CommHealth di Jalan Chai Chee.


Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Selain rompi airbag, inovasi lain yang dipamerkan juga bermafaat memfasilitasi kehidupan lansia dan penyandang disabilitas agar dapat mandiri.

Contohnya dapur yang dapat diatur ketinggian dan konfigurasinya agar mudah digunakan pengguna kursi roda. 

Inovasi lainnya perangkat yang memanfaatkan realitas virtual untuk membantu lansia tetap bugar.

Selain itu ada juga dipamerkan layar fungsi otak digital. Perangkat ini dapat membantu penilaian medis secara online yang menguji penurunan awal fungsi otak.***

Ilustrasi - Lansia rentan jatuh.(Pxhere)

Video Lansia Online

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia,geriatri,teknologi lansia,produk lansia

ARTIKEL LAINNYA

Peran Keluarga dalam Mendampingi Lansia

Mengenal Perubahan Tubuh di Usia Emas Saat Berpuasa

Habis Lebaran, Yuk Gerak Lagi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026