
Geriatri.id - Tidak semua pengidap leukemia atau kanker sel darah memiliki gejala. Penyakit ini bisa bersifat akut atau kronis.
Ada tiga jenis sel darah utama, sel putih melawan infeksi, sel merah yang membawa oksigen, dan trombosit membentuk gumpalan saat terluka. Leukemia dapat mempengaruhi semua ini.
“Beberapa pengidap leukemia tidak memiliki gejala dan ada yang memiliki gejala, gejalanya cenderung tidak jelas dan sulit ditentukan,” ujar Vijaya Bhatt, MBBS, ahli hematologi dan onkologi medis Nebraska Medicine dikutip raskamed.com.
Gejala leukemia paling umum
Dr. Bhatt mengatakan ketika leukemia mempengaruhi sel darah merah, penderitanya akan merasa lelah, pucat dan sesak napas serta menderita anemia.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Jika sel darah putih rendah, orang akan kehilangan kemampuan melawan infeksi dan lebih sering sakit.
Jika trombosit terlibat, hal ini mempengaruhi kemampuan pembekuan darah dan menyebabkan lebih mudah memar dan berdarah.
Seiring berkembangnya penyakit, orang merasa kedinginan dan demam. Selain itu mereka juga mengalami mimisan dan bintik-bintik merah kecil di kulit yang terlihat seperti bintik-bintik merah dan ungu.
Gusi mungkin bengkak atau berdarah dan berat badan turun serta nyeri sendi dan tulang.
Prevalensi leukemia
Jumlah kasus baru leukemia yang didiagnosis di Amerika Serikat setiap tahunnya sekitar 14 per 100.000 pria dan wanita atau 61.000 kasus baru setiap tahunnya, menurut National Cancer Institute.
Penyakit ini menduduki peringkat ke-10 kanker paling umum di AS.
Leukemia bisa bersifat akut atau kronis
Leukemia lebih sering terjadi pada orang berusia 60-an ke atas. Leukemia akut bisa berkembang dalam hitungan minggu.
Leukemia myelogenous akut (AML) adalah tipe akut paling umum terjadi pada orang dewasa.
Leukemia limfositik akut sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda.
Bentuk paling umum dari leukemia non-akut adalah leukemia limfositik kronis (CLL).
Leukemia myelologenous kronis (CML) lebih jarang terjadi.
Cara mendiagnosis leukemia
Dr. Bhatt menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami salah satu gejala dan tidak kunjung hilang setelah beberapa hari atau semakin memburuk,
Jika dokter mencurigai adanya leukemia, mereka akan memerintahkan tes darah lengkap, yang akan memberikan jumlah setiap sel darah.
Jika jumlah darah tidak mencukupi, diagnosis dapat dipastikan dengan biopsi sumsum tulang.
Selain itu juga dapat dilakukan CT atau MRI untuk mencari kanker di kelenjar getah bening dan organ.
Perawatan penderita leukemia
Pengobatan standar untuk leukemia akut adalah kemoterapi. Jika kemoterapi gagal, atau untuk subtipe leukemia akut tertentu, transplantasi sel induk bisa menjadi pilihan.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Transplantasi sel induk melibatkan penerimaan sel induk yang sehat dari donor.
Leukemia kronis biasanya diobati dengan terapi baru yang menyerang sel kanker.
Sayangnya, tidak ada tes skrining rutin untuk mendiagnosis leukemia sejak dini.
Dalam kebanyakan kasus, tidak ada faktor risiko yang jelas.
Orang dewasa yang lebih tua berisiko lebih tinggi terkena leukemia.
Orang memiliki risiko sedikit lebih tinggi jika ada anggota keluarga yang mengidapnya.
Paparan bahan kimia seperti benzena yang ditemukan dalam minyak mentah, karet, dan pewarna, merokok, dan paparan kemoterapi atau radiasi dapat meningkatkan risiko.***
Ilustrasi - Cegah kanker.(Pixabay)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri