Kelangsungan Hidup Lansia Penderita Kanker Otak Menurut Hasil Studi


Berita Lansia - Glioblastoma adalah kanker otak yang paling umum, dan salah satu kanker paling mematikan yang pernah diketahui. Sayangnya, tidak ada obat untuk tumor yang berkembang pesat ini.

2024-02-01 20:56:38

Geriatri.id - Glioblastoma adalah kanker otak yang paling umum, dan salah satu kanker paling mematikan yang pernah diketahui. Sayangnya, tidak ada obat untuk tumor yang berkembang pesat ini.

Uji coba terkontrol secara acak pada tahun 2005 menunjukkan kemoterapi baru (temozolomide) yang diberikan bersamaan dengan terapi radiasi meningkatkan kelangsungan hidup dari 12,1 menjadi 14,6 bulan pada pasien glioblastoma berusia 18-70 tahun. 

Karena itu pengobatan glioblastoma saat ini terdiri dari operasi pengangkatan tumor yang diikuti dengan kemoterapi dan radioterapi, yang disebut kemoradiasi. 

Di banyak pusat pengobatan, kemoradiasi juga diberikan kepada pasien glioblastoma lanjut usia atau lansia (>70 tahun), meski kelompok pasien ini tidak dimasukkan dalam uji coba terkontrol secara acak.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Uji coba terkontrol secara acak sering disebut sebagai studi "standar emas" untuk menilai hasil pengobatan. 

Namun, penelitian ini sangat memilih populasi pasien yang jarang mewakili populasi "kehidupan nyata". 

Karena itu, studi nyata diperlukan untuk memperkirakan manfaat sebenarnya dari pengobatan baru dalam praktik sehari-hari. 

Dalam penelitian nasional Finlandia yang baru-baru ini diterbitkan, penelitian mengeksplorasi apakah kelangsungan hidup glioblastoma benar-benar meningkat setelah penerapan pengobatan kemoradiasi.

“Finlandia memiliki sistem kesejahteraan sosial dan layanan kesehatan yang didanai dan disubsidi pemerintah, dimana faktor sosio-ekonomi dan kesenjangan kesehatan berdampak jauh lebih sedikit terhadap pengobatan dan hasil pengobatan kanker dibandingkan dengan misalnya di AS," ujar Dr. Rahul Raj, Associate Professor of Experimental Neurosurgery, Helsinki University Hospital dikutip dari eurekalert.org.


Rahul Raj yang juga salah satu penulis utama studi tersebut menambahkan hasil pengobatan kanker di Finlandia terbukti menjadi yang terbaik di dunia. 

Karena alasan ini, Finlandia adalah negara yang optimal untuk melakukan apa yang disebut studi kanker di kehidupan nyata.

“Kami menggunakan data dari Finnish Cancer Registry, yang memungkinkan evaluasi kelangsungan hidup semua pasien kanker dengan kualitas tinggi,” kata Janne Pitkäniemi, direktur statistik di Finnish Cancer Registry.

Penelitian ini mencakup lebih dari 2.000 pasien yang telah didiagnosis dengan glioblastoma di Finlandia antara tahun 2000-2013. 

Penelitian ini dibagi menjadi dua periode: 2000-2006 (sebelum pengobatan kemoradiasi standar) dan 2007-2013 (pengobatan kemoradiasi saat ini sudah banyak dilakukan).

Berdasarkan hasil, pasien yang diobati pada periode terakhir memiliki risiko kematian berlebih sebesar 24% lebih rendah dibandingkan pasien yang diobati pada periode sebelumnya. 

Dari segi waktu, kelangsungan hidup rata-rata meningkat 2,4 bulan pada pasien yang berusia kurang dari 70 tahun (dari 9,3 bulan menjadi 11,7 bulan). 

Bertentangan dengan uji coba terkontrol secara acak pada tahun 2005, penelitian di Finlandia juga melibatkan pasien glioblastoma lanjut usia atau lansia (>70 tahun). 

Waktu kelangsungan hidup rata-rata meningkat hanya 0,9 bulan pada kelompok pasien lansia (dari 3,6 bulan menjadi 4,5 bulan).


“Penting untuk dicatat bahwa peningkatan kelangsungan hidup terlihat jelas pada kelompok pasien yang lebih muda namun hanya suram pada pasien lansia.

Karena median usia pasien glioblastoma meningkat dan pada saat yang sama kejadian glioblastoma meningkat, jumlah pasien lansia juga meningkat," kata Dr. Miikka Korja, Associate Professor Bedah Saraf, Rumah Sakit Universitas Helsinki.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Miikka Korja yang juga salah satu penulis utama memperkirakan pasien glioblastoma berkembang pesat di masa depan. 

"Saat ini kita tidak memiliki strategi pengobatan yang efektif untuk kelompok pasien ini, dan patut dipertanyakan apakah pengobatan berat saat ini dan banyaknya kunjungan ke rumah sakit selalu dibenarkan dari sudut pandang pasien," katanya. 

Meski prognosis pasien glioblastoma lanjut usia masih buruk, para peneliti menekankan fakta bahwa pengobatan terus mengalami perbaikan.

“Kami pikir hasil kami menyoroti fakta penelitian glioblastoma di masa depan harus lebih fokus pada usia orang, yang akan segera mencakup lebih lanjut dari sebagian glioblastoma yang baru ditemukan,” kata Korja. 

“Kami sangat berharap tingkat kelangsungan hidup akan meningkat di masa depan,” pungkasnya.***

Ilustrasi - Lansia penderita kanker otak.(Pixabay)

Video Lansia Online

 

lansia,lansia kanker,merawat lansia,lansia online,geriatri,berita lansia,penyakit lansia

ARTIKEL LAINNYA

Peran Keluarga dalam Mendampingi Lansia

Mengenal Perubahan Tubuh di Usia Emas Saat Berpuasa

Habis Lebaran, Yuk Gerak Lagi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026