Penurunan Berat Badan Tidak Disengaja Bisa Tingkatkan Risiko Kanker 


Berita Lansia - Penurunan berat badan secara tiba-tiba dan tidak disengaja dikaitkan dengan peningkatan risiko diagnosis kanker di tahun mendatang. 

2024-02-01 19:52:02

Geriatri.id - Penurunan berat badan secara tiba-tiba dan tidak disengaja dikaitkan dengan peningkatan risiko diagnosis kanker di tahun mendatang. 

Para peneliti dari Karolinska Institutet di Swedia menemukan risiko penurunan berat badan secara tiba-tiba terutama meningkat pada kanker saluran cerna bagian atas, kanker hematologi, kanker kolorektal, dan kanker paru-paru.

Namun, hal ini tidak terlihat pada pasien kanker payudara, kanker saluran kemih, kanker otak, atau kanker melanoma.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Tim itu mendesak para profesional kesehatan dan masyarakat untuk waspada terhadap penurunan berat badan yang tiba-tiba dan tidak disengaja.

“Jika Anda menurunkan berat badan tanpa melakukan perubahan pada pola makan dan rutinitas olahraga, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apa penyebabnya," ujar Qiaoli Wang, peneliti di Departemen Ilmu Klinis, Intervensi dan Teknologi, Karolinska Institutet. 

Ada beberapa kondisi yang bisa mengakibatkan penurunan berat badan tidak terduga.

Dokter dapat mengevaluasi apakah itu merupakan sesuatu yang perlu dilakukan. penyelidikan lebih lanjut. 

Studi baru yang dipublikasikan di JAMA melibatkan 157.474 orang berusia 40 tahun ke atas di AS. Berat badan partisipan dipantau selama lebih dari 30 tahun. 

Informasi rinci tentang berat badan dan olahraga dikumpulkan setiap dua tahun dan data pola makan dilaporkan setiap empat tahun.


Para peneliti menilai perilaku yang mendorong penurunan berat badan dengan mengevaluasi perubahan pola makan dan olahraga partisipan. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Intensionalitas penurunan berat badan diklasifikasikan sebagai 'tinggi' bagi mereka yang meningkatkan aktivitas fisik dan memperbaiki pola makan.

Penurunan berat badan sedang jika hanya salah satu faktor yang berubah.

Rendah jika tidak ada perubahan yang dilakukan pada pola makan dan olahraga.***

Ilustrasi - Timbangan berat badan.(Pixabay)

Video Lansia Online

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia kanker,berita lansia,geriatri

ARTIKEL LAINNYA

Peran Keluarga dalam Mendampingi Lansia

Mengenal Perubahan Tubuh di Usia Emas Saat Berpuasa

Habis Lebaran, Yuk Gerak Lagi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026