Cek Kondisi Tubuh dengan Pemeriksaan Kesehatan Berkala


Berita Lansia - Melakukan cek kesehatan berkala merupakan salah satu bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) untuk mencegah berbagai masalah kesehatan.

2024-01-28 21:24:57

Geriatri.id - Melakukan cek kesehatan berkala merupakan salah satu bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) untuk mencegah berbagai masalah kesehatan ternasuk pada kelompok lanjut usia (lansia).

Apa saja yang perlu dicek untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang? 

Umumnya sebagian besar masyarakat hanya mengunjungi dokter ketika telah sakit. Padahal, berbagai jenis penyakit bisa dicegah sebelum menjadi parah. 

Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, potensi penyakit yang datang akan diketahui lebih dini.

Berikut jenis pemeriksaan kesehatan secara berkala yang umum dilakukan diktip dari ayoseht.kemkes.go.id:

1. Pemeriksaan kolesterol

Jangan sampai lupa memeriksakan kadar kolesterol saat pemeriksaan kesehatan berkala. Apalagi jika gemar mengonsumsi makanan berlemak seperti daging dan jeroan kambing. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Kadar kolesterol tinggi dapat memicu penyakit diantaranya serangan jantung dan stroke. Kadar kolesterol normal apabila berada pada di bawah 200 mg/dL. 

2. Pemeriksaan gula darah 

Pemeriksaan kadar gula darah melalui prosedur medical check-up penting untuk mengetahui kadar glukosa dalam darah.

Sebelum pemeriksaan, disarankan berpuasa minimal 8 jam.

Dengan pengecekan kesehatan berkala ini, hasilnya dapat mengetahui potensi diabetes.

- Kadar gula darah normal berada pada tingkat 70-100 mg/dL

- Pra-Diabetes pada tingkat 100-125 mg/dL

- Diabetes pada tingkat 126 mg/dL

3. Pemeriksaan fungsi paru


Pemeriksaan fungsi paru untuk mendiagnosa apakah ada gangguan pada paru-paru atau tidak. 

Jenis tindakan lainnya meliputi mengukur volume paru, mekanisme paru, dan kemampuan difusi paru.

Dengan memeriksa fungsi paru, akan diketahui berapa jumlah pernapasan selama kurang lebih 1 menit. Normalnya, usia dewasa akan bernapas 16-20 kali dalam waktu dalam 1 menit.

4. Berat badan (BB) dan tinggi badan (TB)

Dengan mengukur berat badan dan tinggi badan akan mendapatkan nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) yang nantinya akan digunakan sebagai penentu apakah berat badan dan tinggi badan sudah ideal atau berisiko terkena penyakit tidak menular. 

Pengukuran IMT tidak berlaku pada atlet, ibu hamil, dan penimbunan cairan yang tidak normal di kaki serta perut.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

5. Pemeriksaan tekanan darah

Pemeriksaan tekanan darah merupakan salah satu cara mendeteksi dini risiko hipertensi, stroke, dan penyakit jantung.

Tekanan darah normal apabila berada pada pada 120/80.

Tekanan darah normal akan menjauhkan dari serangan penyakit hipertensi dan hipotensi.***

Ilustrasi - Pemeriksaan tekanan darah lansia secara berkala.(Pixabay)

Video Lansia Online

medical check up,pemeriksaan kesehatan,kesehatan lansia,lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online,geriatri,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Layanan Konsultasi bagi Jamaah Haji Lansia dan Keluarga

Libur 4 Hari Tanpa Ribet, Naik TransJakarta Aja!

Memahami Hipertensi (4): Proses Terjadinya Hipertensi pada Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026