Tak Hanya Bikin Sehat dan Bugar, Senam Lansia Hambat Proses Penuaan


Berita Lansia - Selain meningkatkan kebugaran, senam bagi lansia juga untuk mengembangkan keterampilan dan menanamkan nilai mental spiritual

2024-01-17 19:38:30

Geriatri.id - Salah satu cara orang lanjut usia (lansia) untuk menjaga kebugaran tubuh adalah dengan senam.

Selain meningkatkan kebugaran, senam bagi lansia juga untuk mengembangkan keterampilan dan menanamkan nilai mental spiritual.

Menurut Fisioterapis Geriatri RSCM Tri Marsetyanti Pujiastuti, tujuan senam untuk menjaga kekuatan otot, meningkatkan kelincahan tubuh, dan menjaga tubuh tetap ideal.

Dengan begitu, badan akan selalu sehat dan bugar.

Lansia kerap dianggap memiliki tubuh lemah sehingga tidak dapat beraktivitas.

Padahal, aktivitas fisik membuat lansia tetap bergerak.

"Kurangnya aktivitas fisik, karena merasa lemah dianggap sebagai orang yang harus dihargai, tidak boleh melakukan sesuatu sehingga kurang aktivitas.” ujarnya dalam Program Lansia Online di YouTube Geriatri TV ditulis Rabu 17 Januari 2024.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Tuti mengatakan, senam dapat dilakukan lansia dengan  berdiri maupun duduk. 

Mengapa senam baik untuk lansia?

Dikatakan Tuti, melakukan senam secara teratur dapat membantu menghambat proses penuaan, menjaga kekuatan otot, kelenturan sendi, meningkatkan kelincahan tubuh dan keluwesan tubuh.


Selain itu juga menjaga tubuh tetap ideal, sehat dan bugar, meningkatkan volume darah, melancarkan peredaran darah dalam tubuh dan meningkatkan konsep diri.

Meski memiliki banyak manfaat, Tuti mengingatkan tidak semua senam bisa diikuti lansia.

“Senam akrobatik nggak yah, senam artistik boleh, senam aerobik atau sport tapi aerobiknya yang low impact, senam ritmik, senam sportif, senam trampoline bisa meningkatkan keseimbangan,” jelas Tuti.

Tujuan senam bagi lansia untuk mencapai kesegaran jasmani sehingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari.

Untuk mencapai kesegaran jasmani, lansia dapat melakukan latihan fisik yang melibatkan komponen kesegaran jasmani.

Komponen itu meliputi kekuatan, daya tahan, daya otot, kecepatan, daya lentur, kelincahan, koordinasi, keseimbangan, ketepatan dan reaksi.

Dia menambahkan, saat melakukan senam, harus memperhatikan frekuensi, intensitas, waktu, dan jenis senam.

Untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran, dia menyarankan frekuensi senam untuk lansia tiga sampai lima kali per minggu. 

Sedangkan, intensitasnya disesuaikan dengan berat ringannya aktivitas yang dilakukan dengan takaran tingkat kelelahan.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

“Lansia yang mau senam sebaiknya diukur nadinya, tensinya, saturasi oksigennya, sehingga saat melakukan senam tidak ada gangguan apapun,” pungkasnya.***

Foto: Senam lansia yang digelar Disbudpora Kabupaten Bekasi.(Dok.Disbudpora Bekasi)

Video Lansia Online

 

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,geriatri,berita lansia,senam lansia

ARTIKEL LAINNYA

Apa yang Harus Dilaksanakan Sebelum Caregiver Memulai Tugasnya

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026