Pengaruh Ajaib Musik pada Kesehatan Otak Lansia


Berita Lansia - Banyak dari kita memiliki lagu favorit yang dapat membantu kita bersantai setelah hari yang sibuk atau bisa membuat kita lebih rileks.

2024-01-17 07:47:00

Geriatri.id - Banyak dari kita memiliki lagu favorit yang dapat membantu kita bersantai setelah hari yang sibuk atau bisa membuat kita lebih rileks.

Musik juga bisa menjadi pintu gerbang yang kuat menuju memori. Sebuah lagu dari masa lalu mungkin membawa kembali kenangan yang memicu emosi yang kuat.

Namun apa yang terjadi di otak kita saat mendengar lagu yang bermakna? Bisakah musik membuat lansia tidak hanya merasa lebih baik namun juga meningkatkan kesehatan mereka?

Diperlukan lebih banyak penelitian sebelum kesimpulan pasti dapat diambil, namun minat ilmiah terhadap efek musik terhadap otak dan tubuh semakin meningkat seiring bertambahnya usia.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Psyche Loui, Ph.D., pemimpin Lab Musik, Pencitraan, dan Dinamika Neural (MIND) di Universitas Northeastern di Boston, berupaya memahami bagaimana bagian otak yang berhubungan dengan persepsi dan pemrosesan musik berinteraksi dengan wilayah otak yang mengendalikan pembelajaran, memori, dan emosi.

Tertarik pada musik dan sains hampir sepanjang hidupnya, Loui pertama kali merasa ingin tahu tentang bagaimana musik dapat membantu penderita demensia saat menjadi sukarelawan di panti jompo saat masih menjadi siswa sekolah menengah.

Setelah mendapat tanggapan dari penghuni penderita demensia lanjut terhadap karya Beethoven yang dia mainkan dengan piano, anggota staf mendorongnya untuk mencoba sesuatu yang lebih hidup dari buku lagu daerah tradisional.

“Saya hanya memainkan beberapa lagu dan lagu lama yang familiar, dan kemudian, yang menakjubkan, beberapa warga mengetahui semua liriknya dan mulai ikut bernyanyi dengan harmonis,” kata Loui  seperti dilansir dari website National Institute on Aging.

“Itu benar-benar mengejutkanku,” tambahnya.



Loui menjelaskan bawha otak kita terprogram untuk memprediksi dan mengantisipasi ritme dan melodi yang familiar.

Dimulai dari korteks pendengaran, wilayah otak yang menerima dan memproses suara, termasuk suara dan musik.

“Ketika kita mendengar sesuatu yang kita sukai, hal itu tidak hanya melibatkan korteks pendengaran, tetapi juga sistem penghargaan otak yang digerakkan oleh neurotransmitter dopamin, yang memotivasi kita untuk mencari dan mempelajari informasi baru,” paparnya.

Loui juga bekerjasama dengan peneliti di Berklee College of Music dan Harvard Medical School, Loui dan rekannya mengembangkan program mendengarkan musik yang penuh perhatian selama delapan minggu untuk lansia yang sehat.

Peserta menunjukkan peningkatan yang lebih kuat dalam konektivitas fungsional antara sistem pendengaran dan medial prefrontal cortex – area yang umumnya menjadi kurang aktif seiring bertambahnya usia – dibandingkan dengan kelompok kontrol.

“Jika saya mendengarkan musik yang saya nikmati sepanjang hidup saya, dan saya kenal, maka sistem pendengaran saya aktif, tetapi juga berkomunikasi dan terhubung dengan medial prefrontal cortex,” kata Loui.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Tim mereka pun kini tengah menguji intervensi suara musik pada lansia yang mengalami gangguan memori, dengan harapan bahwa musik dapat membantu menghidupkan kembali fungsi pembelajaran dan memori melalui konektivitas.***

Ilustrasi - Lansia sedang mendengarkan musik.(Pixabay)

Video Lansia Online

 

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online,berita lansia,geriatri

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026