
Geriatri.id - Semakin bertambah usia, lansia dihadapkan pada risiko penyakit yang semakin meningkat, dengan salah satunya adalah penyakit stroke.
Stroke terjadi ketika saraf pusat di otak terganggu akibat penyumbatan pembuluh darah otak.
Penyakit ini sering kali muncul sebagai akibat dari penyakit lain yang tidak diperhatikan dengan serius, seperti hipertensi dan diabetes.
Oleh karena itu, dokter Johny Sulistio mengingatkan kepada semua lansia khususnya yang mengalami penyakit komorbid agar selalu lebih memperhatikan kesehatannya.
"Jadi oma opa yang sudah mengidap hipertensi dan diabetes sekarang harus punya kesadaran atau awarnes untuk memperhatikan," katanya saat menjadi narasumber di program LOL yang tayang secara live di kanal YouTube Geriatri TV ditulis Selasa 16 Januari 2024.
Baca Juga:Kenali Penyebab, Tanda dan Gejala Stroke
Stroke tak bisa dianggap sepele, ini kondisi serius yang memerlukan pertolongan medis segera.
Situs Medical University of South Carolina mencatat sekitar 75% orang berusia 65 tahun atau lebih terkena stroke, dan risiko ini meningkat dua kali lipat setiap dekade setelah seseorang berusia 55 tahun.
Mengetahui gejala stroke dan bertindak cepat dapat memberikan dampak besar pada kualitas hidup lansia.
Menunda perawatan karena menganggap sepele gejala stroke dapat mengakibatkan kecacatan bahkan kematian.
Sebaliknya, pemberian perawatan yang cepat dan tepat dapat menurunkan risiko kecacatan dan memperpanjang usia.
Penting untuk mengenali tanda dan gejala stroke pada lansia.
Beberapa gejala yang umumnya muncul meliputi kesulitan berbicara, kehilangan keseimbangan, mati rasa pada wajah atau tubuh, serta kesulitan bergerak.
Seperti yang disampaikan dokter Johny Sulistio yang menyebutkan sejumlah gejala awal stroke bisa dilihat secara kasat mata.
"Dilihat dari wajah, jika garis diantara mulut dan pipi sudah tidak simetris itu sudah mulai tanda awal terjadinya stroke. Anggota gerak, biasanya tangan atau kaki lebih lunglai pada salah satu sisi," jelasnya.
"Bicara tidak jelas, karena otot lidah dan mulut mengalami gangguan," sambungnya.
Penyakit stroke termasuk dalam kategori kondisi kritis yang membutuhkan pertolongan segera.
Baik dari pihak medis maupun orang di sekitar yang melihat tanda-tanda serangan stroke, respons cepat sangat diperlukan.
Pemeriksaan dokter dan penanganan medis yang tepat waktu dapat mengurangi dampak buruk yang mungkin timbul.
Dokter Johny pun menyebutkan keberadaan pendamping atau caregiver sangat diperlukan untuk mengantisipasi keadaan yang tidak diinginkan terjadi pada lansia.
"Jika oma-opa tinggal sendiri, mandiri itu sesuatu yang bagus, sesuatu yang positif. Tapi oma-opa harus ingat ketika punya penyakit komorbid maka oma-opa harus mencari cara untuk bisa mendapatkan pendampingan dari seorang caregiver," kata dokter Jhony.
"Kesadaran ini yang seringkali dianggap remeh oleh lansia," tambahnya.
Baca Juga:FAST Cara Sederhana Kenali Gejala Stroke Pada Lansia
Dalam melangkah menuju usia lanjut, kesadaran akan risiko stroke menjadi sangat penting.
Pencegahan melalui kontrol kondisi penyakit seperti hipertensi dan diabetes, serta deteksi dini gejala stroke, merupakan langkah-langkah kunci untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup lansia.***
Ilustrasi - Penyakit stroke dapat menyebabkan kelumpuhan.(Pixabay)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri