Asam Urat pada Lansia


Artikel Lansia - Hyperuricemia atau asam urat adalah kondisi dimana kadar asam urat dalam darah berada pada level di atas normal

2019-10-21 19:05:20

Oleh: Dr. dr. I Dewa Putu Pramantara, SpPD, KGER, FINASIM

Geriatri.id - Hyperuricemia atau asam urat adalah kondisi dimana kadar asam urat dalam darah berada pada level di atas normal.

Level normal asam urat dalam darah adalah pada rentang 4-6 miligram per desiliter.

Definisi secara fisiologis, asam urat adalah kondisi dimana jumlah serum urate mencapai di atas 6,8 atau 7 mg/dL pada solubilitas di tingkat 37 derajat Celcius.

Asam urat sendiri memang merupakan zat yang harus ada dalam darah dan tidak boleh nol, karena asam urat adalah zat yang dihasilkan dari proses metabolisme asam nukleat dalam tubuh.

Pada lansia, kebanyakan kasus terjadinya asam urat disebabkan oleh rendahnya tingkat pengeluaran (ekskresi) zat asam urat dari tubuh.

Penyebab berikutnya adalah tingginya produksi zat asam urat, dan campuran antara keduanya.

Tingginya asam urat harus ditangani dengan baik, karena pada lansia khususnya, dapat menyebabkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, batu saluran kemih dan nyeri sendi.

Berita Lansia:

LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah

Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya

3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?

Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan

Lantas bagaimana cara mengatasi masalah tingginya asam urat dalam tubuh, khususnya pada lansia?

Pertama, cara paling baik adalah mencegah penyebab tingginya asam urat dengan diet rendah purine.

Ada beberapa makanan yang tinggi kadar zat asam uratnya seperti daging kambing, sapi, mentega dan alkohol.

Makanan yang terhitung sedang kandungan zat asam uratnya adalah tahu, tempe dan sayur-sayuran.


Sementara makanan yang rendah kandungan zat asam uratnya adalah diet rendah lemak dan multivitamin C.

Pada lansia, mencegah tingginya kadar asam urat bisa dengan melakukan diet teratur menghindari makanan seperti daging, mentega dan alkohol.

Cara kedua mengatasi asam urat adalah dengan penggunaan obat-obatan.

Untuk obat-obatan, saat ini banyak dokter meresepkan Allopurinol.

Obat jenis ini terhitung murah dan mudah tetapi dapat menimbulkan efek samping seperti alergi dan tidak disarankan pada lansia di atas usia 65 tahun.

Pengobatan dengan Allopurinol harus dimulai dari dosis rendah.

Jika memerlukan dosis tinggi, harus dibagi menjadi 2-3 kali pemberian. 

Selain Allopurinol, ada obat terbaru yaitu Febuxostat, yang memiliki efek samping lebih ringan.


Febuxostat juga bisa diberikan kepada lansia dengan gangguan ginjal ringan sampai sedang.

Interaksi dengan obat-obatan lain pun minimal sehingga bisa dikatakan aman.

Namun obat jenis ini terhitung mahal harganya.

Cara ketiga adalah dengan herbal. Masyarakat mengenal daun kepel atau burahol (Stelechocarpus burahol), sebagai obat alami untuk mengatasi asam urat. 

Dari ketiga cara di atas, diet adalah cara yang paling aman dilakukan untuk mengendalikan asam urat.

Pada pasien penyakit asam urat, jika upaya diet rendah purine dalam jangka satu bulan mampu menurunkan kadar asam urat, maka cara diet tersebut sebaiknya diteruskan***

Video Lansia:

lansia,merawat lansia,geriatri,asam urat,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

'Apakah Boleh Kita Meminta dan Memilih Pulang?'

Mata Juga Perlu Dicek Secara Rutin

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026