
Oleh: Dr. dr. I Dewa Putu Pramantara, SpPD, KGER, FINASIM
Geriatri.id - Hyperuricemia atau asam urat adalah kondisi dimana kadar asam urat dalam darah berada pada level di atas normal.
Level normal asam urat dalam darah adalah pada rentang 4-6 miligram per desiliter.
Definisi secara fisiologis, asam urat adalah kondisi dimana jumlah serum urate mencapai di atas 6,8 atau 7 mg/dL pada solubilitas di tingkat 37 derajat Celcius.
Asam urat sendiri memang merupakan zat yang harus ada dalam darah dan tidak boleh nol, karena asam urat adalah zat yang dihasilkan dari proses metabolisme asam nukleat dalam tubuh.
Pada lansia, kebanyakan kasus terjadinya asam urat disebabkan oleh rendahnya tingkat pengeluaran (ekskresi) zat asam urat dari tubuh.
Penyebab berikutnya adalah tingginya produksi zat asam urat, dan campuran antara keduanya.
Tingginya asam urat harus ditangani dengan baik, karena pada lansia khususnya, dapat menyebabkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, batu saluran kemih dan nyeri sendi.
Berita Lansia:
LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah
Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya
3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?
Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan
Lantas bagaimana cara mengatasi masalah tingginya asam urat dalam tubuh, khususnya pada lansia?
Pertama, cara paling baik adalah mencegah penyebab tingginya asam urat dengan diet rendah purine.
Ada beberapa makanan yang tinggi kadar zat asam uratnya seperti daging kambing, sapi, mentega dan alkohol.
Makanan yang terhitung sedang kandungan zat asam uratnya adalah tahu, tempe dan sayur-sayuran.
Sementara makanan yang rendah kandungan zat asam uratnya adalah diet rendah lemak dan multivitamin C.
Pada lansia, mencegah tingginya kadar asam urat bisa dengan melakukan diet teratur menghindari makanan seperti daging, mentega dan alkohol.
Cara kedua mengatasi asam urat adalah dengan penggunaan obat-obatan.
Untuk obat-obatan, saat ini banyak dokter meresepkan Allopurinol.
Obat jenis ini terhitung murah dan mudah tetapi dapat menimbulkan efek samping seperti alergi dan tidak disarankan pada lansia di atas usia 65 tahun.
Pengobatan dengan Allopurinol harus dimulai dari dosis rendah.
Jika memerlukan dosis tinggi, harus dibagi menjadi 2-3 kali pemberian.
Selain Allopurinol, ada obat terbaru yaitu Febuxostat, yang memiliki efek samping lebih ringan.
Febuxostat juga bisa diberikan kepada lansia dengan gangguan ginjal ringan sampai sedang.
Interaksi dengan obat-obatan lain pun minimal sehingga bisa dikatakan aman.
Namun obat jenis ini terhitung mahal harganya.
Cara ketiga adalah dengan herbal. Masyarakat mengenal daun kepel atau burahol (Stelechocarpus burahol), sebagai obat alami untuk mengatasi asam urat.
Dari ketiga cara di atas, diet adalah cara yang paling aman dilakukan untuk mengendalikan asam urat.
Pada pasien penyakit asam urat, jika upaya diet rendah purine dalam jangka satu bulan mampu menurunkan kadar asam urat, maka cara diet tersebut sebaiknya diteruskan***
Video Lansia:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri