Apa Kata Sains Tentang Kebiasaan Makan yang Bisa Perlambat Penuaan?


Berita Lansia Percakapan tentang menjadi awet muda dan memperlambat proses penuaan ada di mana-mana. Apa kata ilumu pengetahuan?

2024-01-10 07:54:22

Geriatri.id - Percakapan tentang "menjadi awet muda" dan "memperlambat proses penuaan" ada di mana-mana. Sebagian besar orang mungkin sudah pernah mendengar bahwa apa yang dimakan dapat berdampak pada bertambahnya usia.

Apa kata ilmu pengetahuan tentang kebiasaan makan yang dapat memperlambat penuaan?

Menurut Mayo Clinic, penuaan dapat berdampak pada kesehatan jantung, tulang dan otot, kesehatan kognitif, kemampuan menurunkan berat badan, dan banyak bidang kesehatan lainnya. 

Selain itu, penuaan juga membawa risiko lebih besar terhadap penyakit kronis. Mungkin ini terdengar sangat tidak menyenangkan, namun untungnya, menjaga kebiasaan makan yang sehat dibarengi olahraga teratur dapat membantu mengurangi risiko ini dan mengejar proses penuaan sehat.

1. Serat dapat membantu kesehatan jantung

Peluang terkena penyakit seperti serangan jantung, penyakit jantung, stroke, dan gagal jantung meningkat seiring bertambahnya usia.

Mendapatkan cukup serat dalam rutinitas harian sangat penting untuk kesehatan jantung. Tetapi karena serat ditemukan dalam biji-bijian dan sayuran, banyak orang kesulitan mendapatkan cukup serat. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Pertama, mereka mungkin merasa karbohidrat itu "buruk" sehingga  menghindari biji-bijian, atau mungkin kesulitan mendapatkan cukup sayuran setiap kali makan. 

Apa pun alasan di balik tidak mengonsumsi cukup serat, penting untuk mulai mencari makanan kaya serat yang disukai demi kesehatan jantung. 

Sebuah ulasan yang dimuat dalam Journal of Chiropractic Medicine menyimpulkan bahwa konsumsi serat yang tinggi kemungkinan mampu menurunkan kadar kolesterol total bahkan menurunkan risiko kematian akibat penyakit Kardiovaskular. 

Ulasan lain yang dipublikasikan di BMC Medicine, melaporkan asupan serat lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan tekanan darah, serta penurunan risiko penyakit kardiovaskular.

2. Diet Mediterania 


Diet Mediterania terbukti memperlambat proses penuaan. Diet ini terinspirasi dari Italia, Yunani, Spanyol, dan negara lain yang dekat dengan Laut Mediterania.

Diet ini mencakup makanan seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan lemak sehat seperti zaitun dan minyak zaitun. 

Ikan kadang-kadang dimasukkan, tetapi pola makan ini sebagian besar berbasis tumbuhan. Mereka juga secara signifikan membatasi konsumsi makanan olahan dan gula tambahan.

Banyak ahli memuji diet Mediterania karena dampaknya dalam memperlambat penurunan kognitif.

Namun apa yang sebenarnya dikatakan penelitian? 

Pada tahun 2015, Advances in Nutrition Journal menerbitkan tinjauan sistemik tentang hubungan antara pola makan, demensia, dan penuaan otak. 

Menurut ulasan ini, menjalankan pola makan Mediterania seiring bertambahnya usia dikaitkan dengan lebih sedikit insiden demensia dan Alzheimer, serta penuaan kognitif lebih lambat. 

Hal ini didasarkan pada berbagai jenis penelitian (cross-sectional dan longitudinal), uji coba, dan meta-analisis.

Ulasan ini mengaitkan karakteristik tertentu dari pola makan Mediterania, seperti antioksidan dan asam lemak tak jenuh tunggal, dengan dampaknya terhadap penuaan otak. 

Pola diet ini dikatakan membantu menurunkan peradangan dan stres oksidatif, yang merupakan faktor utama penyebab demensia dan juga penurunan kognitif. 

3. Diet dapat mengurangi peradangan


Terkait penuaan, ilmu pengetahuan menunjukkan peradangan mungkin menjadi penyebab utama percepatan proses penuaan. 

Menurut meta-analisis dari Aging Research Review, peradangan kronis tingkat rendah mungkin menjadi faktor dalam banyak, "jika tidak semua", penyakit kronis dan penyakit yang umumnya terjadi seiring bertambahnya usia. 

Selain itu, laporan itu menyatakan penuaan juga mungkin berperan dalam meningkatkan tingkat peradangan dalam tubuh. Karena alasan ini, penting untuk memperhatikan bagaimana pola makan memengaruhi tingkat peradangan seiring bertambahnya usia.

Laporan dari Aging Research Reviews juga menemukan mengonsumsi suplemen asam lemak omega-3 dapat secara signifikan membantu mengurangi peradangan seiring bertambahnya usia. 

Studi lain yang diterbitkan dalam The British Journal of Nutrition menunjukkan selain banyak omega-3, biji-bijian, serat, serta berbagai buah dan sayuran dapat membantu mengurangi peradangan di tubuh.

4. Fokus pada pola makan seimbang daripada hanya nutrisi tertentu.


Dokter mungkin merekomendasikan penambahan nutrisi tertentu seiring bertambahnya usia seseorang, terutama jika ada area kesehatan tertentu yang memerlukan perhatian.

Namun, banyak penelitian seputar pola makan dan penuaan menunjukkan pola makan seimbang yang menggabungkan banyak nutrisi lebih efektif daripada suplementasi.

Menurut artikel terbaru yang diterbitkan dalam International Journal of Molecular Sciences, mengonsumsi semua zat gizi makro dan mikro melalui berbagai macam makanan seperti biji-bijian, lentil, kacang-kacangan, sayur-sayuran, buah-buahan, dan lain-lain, dapat memberikan dampak signifikan dalam mencapai tujuan hidup sehat. 

Pola makan seimbang mendukung penuaan sehat adalah pola makan yang berfokus pada membatasi konsumsi gula tambahan dan makanan olahan.

Diet mungkin lebih penting daripada perawatan kulit 

Kulit dan seberapa cepat penuaannya dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Namun banyak orang terlalu fokus untuk mengatasi faktor eksternal dengan solusi eksternal, seperti membeli produk perawatan kulit yang tepat.

Mereka mungkin tidak menyadari warna kulit juga dipengaruhi faktor internal, seperti pola makan.

Menurut laporan yang diterbitkan di Nutrients, ada banyak vitamin, nutrisi, dan mineral berbeda yang berperan unik dalam memperlambat proses penuaan kulit. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Misalnya, protein membantu memperbaiki jaringan kulit, vitamin B membantu mengurangi peradangan dan pigmentasi, vitamin C membantu sintesis kolagen, dan air sangat penting dalam hidrasi kulit, serta mengurangi peradangan dan tanda-tanda penuaan.

Laporan ini juga mencatat merokok, alkohol, diet tinggi lemak, dan tambahan gula dikaitkan dengan penuaan dan kerusakan kulit lebih cepat. Namun, meski pola makan memainkan peran penting dalam proses penuaan kulit, tetap disarankan untuk menggunakan SPF.***

Ilustrasi - Kata ilmu pengetahuan soal proses penuaan.(Pexels)

Video Lansia Online


 

lansia,lansia online,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,berita lansia,penuaan

ARTIKEL LAINNYA

"Tim Transportasi" Darah yang Wajib Kita Jaga Keseimbangannya

Pentingnya Dukungan Emosional bagi Lansia yang Sakit Berat

Tips Latihan Treadmill Bagi Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026