
Geriatri.id - Kegiatan rekreasi atau berwisata dan terapeutik memberikan keceriaan dan kebahagiaan pada kehidupan kelompok lanjut lansia (lansia). Dua kegiatan ini berdampak positif pada kesejahteraan fisik, mental, dan sosial lansia.
Kegiatan rekreasi selalu penting, dan ketika datang pada usia tua, kegiatan santai menjadi lebih signifikan.
Usia tua adalah waktu ketika orang biasanya memiliki banyak waktu, dengan pensiun dari pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga yang berkurang, anak-anak sudah dewasa.
Inilah alasan mengapa bagi seorang lansia tetap terlibat menjadi begitu penting. Kegiatan rekreasi bukan hanya menyenangkan tetapi juga terapeutik.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
"Kegiatan rekreasi dan terapeutik mencakup berbagai kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan fisik, mental, dan emosional. Menyenangkan baik secara solo maupun dalam kelompok, kegiatan-kegiatan ini dengan mudah beradaptasi dengan berbagai minat, kemampuan, dan kebutuhan individu," kata GP Bhagat, Pendiri panti jompo SHEOWS seperti dilansir dari Zeenews.
"Meskipun penting untuk semua orang, keberartiannya meningkat untuk orang dewasa yang lebih tua, berfungsi sebagai pertahanan dinamis terhadap penyakit-penyakit terkait usia dan kondisi kronis. Keajaiban terletak pada menjaga kesehatan mental dan kognitif, membuka jalan menuju kehidupan yang lebih bahagia dan memuaskan. Partisipasi dalam kegiatan-kegiatan ini bukan hanya pilihan tetapi undangan untuk membuka berbagai manfaat bagi tubuh dan pikiran," lanjutnya.
Kebugaran Fisik dan Melawan Penurunan
Kegiatan ringan seperti berkebun, yoga, atau latihan fisik, dan aktivitas seperti berjalan, menari, atau aerobik ringan membantu menjaga kekuatan otot, kepadatan tulang, dan keseimbangan, mengurangi risiko jatuh dan cedera, menjaga lansia tetap bugar dan stabil.
Aktivitas fisik reguler adalah senjata ampuh melawan musuh kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan arthritis, meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan kualitas hidup.
Kegiatan yang merangsang otak seperti teka-teki, permainan, atau belajar keterampilan baru seperti yoga mental mencegah penurunan kognitif dan kehilangan ingatan, serta menjaga pikiran tetap tajam dan lincah.
Kegiatan kreatif seperti lukisan, gambar, atau musik dapat bersifat terapeutik, memberikan sarana ekspresi diri dan mengurangi stres. Terlibat dalam kegiatan yang menyenangkan melepaskan endorfin, pendorong suasana hati alami tubuh, melawan stres, kecemasan, dan depresi, serta meningkatkan kesejahteraan emosional.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Berpartisipasi dalam kegiatan kelompok memberikan kesempatan untuk interaksi sosial dan koneksi, mengatasi perasaan kesepian dan isolasi yang dapat melanda lansia. Kebugaran fisik dan mental yang meningkat memungkinkan lansia tetap mandiri dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan mudah, menambah semangat dalam langkah hidup mereka.
"Kegiatan rekreasi bertindak seperti jubah pahlawan di usia tua, membentuk otot dengan latihan yang dipersonalisasi. Kegiatan otak meningkatkan memori, dan keterlibatan kelompok mengusir kesepian dan tujuan," kata Bhagat.
"Kegiatan rekreasi menciptakan peluang untuk sosialisasi, mengurangi perasaan isolasi dan kesepian," tambah Bhagat.***
Ilustrasi - Manfaat wisata bagi kesehatan mental lansia.(Pixabay)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri