
Geriatri.id - Sampai saat ini kusta masih menjadi permasalahan kesehatan di Masyarakat. Kusta adalah penyakit infeksi yang disebabkan kuman Mycobacterium leprae.
Mitos yang berkembang, kusta hanya menyerang kelompok lankit usia (lansia). Padahal faktanya, penyekit ini dapat menyerang semua kelompok umur.
Timbulnya kusta merupakan interaksi antara berbagai faktor penyebab yaitu pejamu (host), kuman (agent) dan lingkungan.
Penularan terjadi dari kuman utuh pada seseorang yang terinfeksi kusta, melalui kontak yang erat dan lama.
Tanda-tanda seseotrang dicurigai kusta (suspek kusta)
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Tanda pada Kulit
Bercak kulit merah atau putih, tidak gatal, mengkilap atau kering bersisik
Kulit yang tidak berkeringat dan atau alis mata rontok
Penebalan wajh dan cuping telinga
Lepuh atau luka tidak nyeri pada tangan atau kaki
Tanda pada Saraf
Nyeri pasa saraf tepi
Kesemutan, tertusuk-tusuk dan nyeri pada anggota gerak
Kelemahan anggota gerak dan atau kelopak mata
Disabilitas/deformitas tanpa Riwayat kecelakaan
Ulkus sulit sembuh
Diagnosis
Kusta didiagnosa dengan ditemukannya satu diantara tiga tanda utama yaitu:
Lesi kulit kurang rasa/ mati rasa
Penebalan saraf tepi disertai gangguan fungsi
Hasil pemeriksaan BTA (Basil Tahan Asam) positif
Pengobatan
Kusta diobati menggunakan MDT (Multi Drug Therapy) sesuai rekomendasi WHO, berdasarkan klasifikasi kusta yaitu Pauci Baciller (PB) dan Multi Baciller), berdasarkan usia (Blister Dewasa untuk usia > 15 th dan Blister anak untuk usia 10 sampai < 15 tahun, usia < 10 th dihitung per kg BB)
PB
MDT PB (berisi Supervised Dose: Rifampisin dan Dapson, Dosis Harian untuk hari ke 2-28: Dapson ) sebanyak 6 blister dalam waktu 6-9 bulan
MB
MDT MB (berisi Supervised Dose : Rifampisin, Dapson dan Clofazimin, Dosis Harian untuk hari ke 2-28: Dapson dan Clofazimin) sebanyak 12 blister dalam waktu 12 -18 bulan
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Pencegahan
Deteksi dini, pengobatan dini
Pemberian Obat Pencegahan/Kemoprofilaksis kusta
Kemoprofilaksis kusta dilakukan dengan pemberian Rifampisin dosis Tunggal 91 kali) dan dapat diulang kembali setelah 2 tahun dari pemberian sebelumnya
Dampak
Keterlambatan diagnosa menyebabkan disabilitas pada penderita kusta
Keterlambatan pengobatan menyebabkan penularan penyakit makin luas
Menimbulkan kerugian ekonomi karena penurunan produktifitas akibat adanya kecacatan yang sudah menetap
Dikucilkan masyarakat karena adanya stigma.***
Sumber: ayosehat.kemkes.go.id
Ilustrasi - Kusta tidak hanya menyerang lansia.(Pixabay)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri