Kusta Hanya Menyerang Lansia, Mitos Atau Fakta?


Berita Lansia - Sampai saat ini kusta masih menjadi permasalahan kesehatan di Masyarakat. Kusta adalah penyakit infeksi yang disebabkan kuman Mycobacterium leprae. 

2024-01-03 17:01:53

Geriatri.id - Sampai saat ini kusta masih menjadi permasalahan kesehatan di Masyarakat. Kusta adalah penyakit infeksi yang disebabkan kuman Mycobacterium leprae. 

Mitos yang berkembang, kusta hanya menyerang kelompok lankit usia (lansia). Padahal faktanya, penyekit ini dapat menyerang semua kelompok umur. 

Timbulnya kusta merupakan interaksi antara berbagai faktor penyebab yaitu pejamu (host), kuman (agent) dan lingkungan. 

Penularan terjadi dari kuman utuh pada seseorang yang terinfeksi kusta, melalui kontak yang erat dan lama.

Tanda-tanda seseotrang dicurigai kusta (suspek kusta)

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Tanda pada Kulit

Bercak kulit merah atau putih, tidak gatal, mengkilap atau kering bersisik

Kulit yang tidak berkeringat dan atau alis mata rontok

Penebalan wajh dan cuping telinga

Lepuh atau luka tidak nyeri pada tangan atau kaki

Tanda pada Saraf

Nyeri pasa saraf tepi

Kesemutan, tertusuk-tusuk dan nyeri pada anggota gerak

Kelemahan anggota gerak dan atau kelopak mata

Disabilitas/deformitas tanpa Riwayat kecelakaan

Ulkus sulit sembuh

Diagnosis


Kusta didiagnosa dengan ditemukannya satu diantara tiga tanda utama yaitu:

Lesi kulit kurang rasa/ mati rasa

Penebalan saraf tepi disertai gangguan fungsi

Hasil pemeriksaan BTA (Basil Tahan Asam) positif

Pengobatan

Kusta diobati menggunakan MDT (Multi Drug Therapy) sesuai rekomendasi WHO, berdasarkan klasifikasi kusta yaitu Pauci Baciller (PB) dan Multi Baciller), berdasarkan usia (Blister Dewasa untuk usia > 15 th dan Blister anak untuk usia 10 sampai < 15 tahun, usia < 10 th dihitung per kg BB)

PB

MDT PB (berisi Supervised Dose: Rifampisin dan Dapson, Dosis Harian untuk hari ke 2-28: Dapson ) sebanyak 6 blister dalam waktu 6-9 bulan

MB

MDT MB (berisi Supervised Dose : Rifampisin, Dapson dan Clofazimin, Dosis Harian untuk hari ke 2-28: Dapson dan Clofazimin) sebanyak 12 blister dalam waktu 12 -18 bulan

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

​​​​​​Pencegahan


Deteksi dini, pengobatan dini

Pemberian Obat Pencegahan/Kemoprofilaksis kusta

Kemoprofilaksis kusta dilakukan dengan pemberian Rifampisin dosis Tunggal 91 kali) dan dapat diulang kembali setelah 2 tahun dari pemberian sebelumnya

Dampak

Keterlambatan diagnosa menyebabkan disabilitas pada penderita kusta

Keterlambatan pengobatan menyebabkan penularan penyakit makin luas

Menimbulkan kerugian ekonomi karena penurunan produktifitas akibat adanya kecacatan yang sudah menetap

Dikucilkan masyarakat karena adanya stigma.***

Sumber: ayosehat.kemkes.go.id

Ilustrasi - Kusta tidak hanya menyerang lansia.(Pixabay)

Video Lansia Online

lansia kusta,penyakit lansia,lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,berita lansia,geriatri,lansia online

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026