
Geriatri.id - Kanker payudara pada wanita lanjut usia (lansia) seringkali terdiagnosis secara berlebihan. Ini meningkatkan risiko pengobatan yang tidak diperlukan.
Diagnosis kanker payudara umum terjadi pada wanita di seluruh dunia. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS memperkirakan sekitar 240.000 kasus kanker payudara didiagnosis pada wanita setiap tahunnya.
Penyedia layanan kesehatan dan pasien cenderung melakukan pengobatan untuk menghentikan penyakit. Namun beberapa ahli mengatakan pengobatan kanker payudara pada wanita lansia tidak selalu perlu dilakukan dengan terapi agresif.
Sebuah penelitian yang diterbitkan di Annals of Internal Medicine menemukan sejumlah besar wanita AS berusia 70-85 tahun berpotensi didiagnosis menderita kanker payudara secara berlebihan. Akibatnya dari itu, mereka dapat menerima pengobatan yang tidak diperlukan.
“Diagnosis berlebihan mengacu pada fenomena di mana kita menemukan kanker payudara pada pemeriksaan yang tidak pernah terlihat secara klinis,” ujar Dr. Ilana Richman, penulis utama studi dan asisten profesor Kedokteran di Yale School of Medicine dikutip dari CNN.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
“Kanker payudara adalah kanker yang nyata jika dilihat dengan mikroskop, namun kanker tersebut tidak aktif di dalam tubuh seseorang dan tidak pernah menimbulkan gejala,” tambahnya.
“Kami tidak akan mengetahuinya jika kami tidak mencarinya.”
Penelitian ini mengamati 54.635 wanita berusia 70 tahun atau lebih yang baru-baru ini menjalani pemeriksaan kanker payudara.
Richman dan timnya memperkirakan 31% wanita berusia 70-74 tahun berpotensi mengalami diagnosis berlebihan. Sementara, di antara wanita berusia 75-84 tahun diperkirakan 47% berpotensi mengalami diagnosis berlebihan.
Perkembangan teknologi mendorong diagnosis berlebihan. Semakin banyak wanita didiagnosis mengidap kanker payudara berkat kemajuan dalam skrining seperti mamografi tiga dimensi serta CT, MRI dan pemindaian PET.
Dr. Otis Brawley, ahli onkologi dan epidemiologi di Universitas Johns Hopkins mengatakan teknologi memudahkan ahli onkologi menemukan kanker terkecil sekalipun.
Namun dia mencatat beberapa dari kanker payudara tidak ditakdirkan untuk tumbuh, menyebar, atau mati karena faktor genetik – dan mengatasinya dengan pengobatan agresif seperti pembedahan, radiasi, atau kemoterapi terkadang tidak diperlukan dan bahkan berbahaya bagi pasien.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Perawatan yang berlebihan tidak hanya meningkatkan risiko komplikasi, terutama pada pasien lansia, tetapi juga dapat menyebabkan stres yang tidak beralasan dan kesulitan finansial.
“Ini adalah salah satu pengalaman paling mengubah hidup. Jika kita bisa menyelamatkan perempuan yang tidak memerlukan pengalaman tersebut, saya pikir itu akan bermanfaat,” katanya.
Namun, dia tidak ingin mengatakan kanker yang tidak terlalu mengancam akan selalu tidak diobati.
Pembedahan yang tidak terlalu invasif dan penggunaan obat-obatan penghambat estrogen seringkali dapat mengobati kanker ini dengan cukup tanpa membuat pasien terkena radiasi atau kemoterapi.***
Ilustrasi - Penyakit kanker pada lansia.(Pixabay)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri