Ageing Population: Tingkat Pendidikan dan Sumber Pendapatan Lansia


Berita Lansia - Semua negara di dunia termasuk Indonesia menghadapi peningkatan populasi penduduk lanjut usia (lansia). Indonesia sudah memasuki periode ageing population (penuaan penduduk) pada 2021.

2024-01-01 14:18:31

Geriatri.id - Semua negara di dunia termasuk Indonesia menghadapi peningkatan populasi penduduk lanjut usia (lansia). Indonesia sudah memasuki periode ageing population (penuaan penduduk) pada 2021.

Periode ini ditandai peningkatan usia harapan hidup diikuti dengan bertambahnya jumlah lansia. Ageing Population menggambarkan 1 dari 10 penduduk adalah lansia. 

Mengacu data BPS, proporsi dan jumlah lansia di Indonesia meningkat pesat dari 4,5% pada 1971 menjadi 11,75% pada 2022.

Angka itu diprediksi akan terus bertambah bahkan hingga kurang lebih 20% pada 2045. 

Ageing population menjadi tantangan tersendiri. Jika tidak dipersiapkan, kelompok lansia yang cenderung rentan dapat menjadi beban ekonomi dan sosial.

Apalagi berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa mayoritas lansia Indonesia berpendidikan rendah pada 2023. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Data BPS itu berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Maret 2023. Survei menyasar 345 ribu rumah tangga di 514 kabupaten/kota yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Berdasarkan data BPS, mayoritas lansia merupakan lulusan sekolah dasar (SD) atau sederajat yaitu 32,42% dari total lansia. 

Selanjutnya, tidak tamat SD 29% disusul pernah sekolah 11,68%, lulusan SMP dan sederajat 10,60% serta 9,62% tamatan SMP sederajat pada Maret 2023. 

Persentase penduduk lansia yang pernah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi (PT) hanya 6,77%.  

Ketergantungan pada anak atau anggota keluarga


Laporan Survei Kesejahteraan Lansia yang dirilis Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI) pada 29 Mei 2022 menunjukkan sumber keuangan utama sebagian besar lansia berasal dari anak atau anggota keluarga lainnya. 

Survei dilakukan pada 9–22 Mei 2022, melibatkan 816 responden di 34 provinsi di Indonesia. Persentase responden 57,2% perempuan dan laki-laki (42,8%).

Responden terbagi dalam lima kelompok umur, 60-65 tahun (64,2%), 66-70 tahun (20,1%), 71-75 tahun (9,6%), 76-80 tahun (3,7%) dan >80 tahun (2,5%).

Berdasarkan survei itu, sebagian besar lansia atau 34,8% mendapat uang dari anak atau anggota keluarga lainnya yang bekerja.

Sementara 33,8% lansia memenuhi kebutuhan keuangannya dengan bekerja informal atau serabutan.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Sebanyak 20,7% lansia mengandalkan dana pensiun, aset seperti kontrakan, kebun, atau rumah (9,6%) dan berwirausaha (8,2%).

Sebagian besar lansia mendapatkan uang bulanan (47,4%), harian (23,7%) dan tidak rutin (23,4%).***

Ilustrasi -  Jumlah lansia diperkirakan terus bertambah bahkan hingga kurang lebih 20% pada 2045.(Pixabay)

Video Lansia Online

lansia,survei lansia ,riset lansia,penelitian lansia,data lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,geriatri,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026