Beda dengan Kelompok Lain, Peneliti Ungkap Motivasi Lansia Berwisata


Berita Lansia - Indonesia memiliki banyak destinasi wisata bagi wisatawan yang ingin berlibur. Namun, tidak semua destinasi wisata itu ramah terhadap pengunjung lanjut usia (lansia). 

2023-12-31 14:57:06

Geriatri.id - Indonesia memiliki banyak destinasi wisata bagi wisatawan yang ingin berlibur. Namun, tidak semua destinasi wisata itu ramah terhadap pengunjung lanjut usia (lansia). 

Pemerintah dan pengelola wisatawan diharapkan bisa menyediakan fasilitas bagi wisatawan dari kelompok lansia.  

Peneliti Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM, Dr. Dyah Widiyastuti, mengatakan keinginan berwisata bagi kelompok lansia berbeda dengan wisatawan pada umumnya. 

Keinginan berwisata mereka lebih condong untuk bisa berkumpul bersama dengan orang lain, baik keluarga maupun teman komunitas. 

“Motivasi lansia untuk wisata lebih pada sosial impersonal dan motivasi fisik,” ujar Dyah. 

Menurut Dyah, pengunjung lansia biasanya datang bersama dengan anggota keluarga, seperti anak, menantu, dan cucu, bahkan ikut berwisata dengan para komunitas. 

Dari penelitiannya, dia menyebut ada delapan aktivitas lansia selama berwisata, yaitu duduk, jalan, ngobrol, makan,  membaca,  mengasuh cucu, berfoto ria dan menikmati lingkungan. 

“Mereka cenderung melakukan kegiatan pasif dengan aktifitas yang dilakukan menyesuaikan ketersediaan fasilitas yanga da di objek wisata yang dikunjungi,” kata Dosen Fakultas Geografi UGM ini.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Pola wisatawan lansia di kota Yogyakarta, kata Dyah, didominasi kelompok lansia dengan kondisi sosial demografi dan ekonomi yang rendah. 

Adapun kegiatan bepergian lansia Kota Yogyakarta umumnya hanya berkunjung ke tempat wisata di sekitar rumah karena terjangkau bagi lansia. 

“Lansia yang berkunjung ke objek wisata biasanya datang berkelompok bukan secara individu,” ungkapnya.


Dari penelitian itu, Dyah dalam pernyataannya seperti dikutip dari laman ugm.ac.id, Selasa 26 Februari 2019, menyimpulkan pengunjung wisata dari kelompok lansia lebih senang melakukan aktivitas yang dipusatkan pada keluarga. 

Karena itu, dia merekomendasi sebaiknya ruang destinasi wisata menyediakan media atraksi berupa ruang terbuka, walking track, dan konektivitas dengan masa lalu. 

Lalu, aksesibilitas berupa tempat parkir dan dropzone, zona untuk sepeda, andong, bus, mobil, rest area dan jalur pejalan kaki yang landai dan rindang.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Untuk amenitas, diperlukan restoran terbuka dengan sajian makanan sehat, tempat duduk yang terlindung, toko cinderamata yang berhubungan dengan masa lalu dan tersedinya klinik terdekat. 

Selain itu, ada petugas yang ramah dan membantu para wisatawan lansia serta ketersediaan papan petunjuk informasi visual sehingga memudahkan para wisatawan.***

Ilustrasi - Wisata ramah lansia di Yogyakarta.(Pixabay)

Video Lansia Online

lansia,lansia wisata,wisata lansia,wisata ramah lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,berita lansia,geriatri

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026