
Geriatri.id - Pembicaraan seputar kesehatan lansia cenderung berkisar pada berkurangnya kemampuan mengingat, keamanan, dan penanganan kondisi kronis. Sementara soal nutrisi sering diabaikan.
Penuaan dapat membawa perubahan pada kesehatan dan kehidupan seseorang sehingga membuat pola makan sehat lebih sulit dilakukan.
Namun orang lanjut usia (lansia) sangat rentan terhadap perubahan berat badan.
Pola makan sehat dengan mempertimbangkan perubahan kebutuhan nutrisi penting untuk menua dengan cara yang sehat.
“Saya sering melihat orang lansia di tempat praktik saya mengalami kekurangan nutrisi dan perubahan berat badan, baik karena alasan medis maupun tidak langsung,” ujar Spesialis Geriatri Ami Hall, DO seperti dikutip dari cleveland clinic..
Kondisi medis dan pengobatan dapat mempersulit seseorang mendapatkan nutrisi yang tepat seiring bertambahnya usia.
Mereka dapat mempengaruhi kemampuan berolahraga untuk menjaga kekuatan otot dan nafsu makan.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Penting menjaga otak tetap aktif untuk kesehatan mental dan emosional.
Dr. Hall mengingatkan pentingnya kebutuhan nutrisi bagi lansia di atas 65 tahun. Dia menyarankan untuk menjaga pola makan yang sehat seiring bertambahnya usia.
Mengapa diet penting bagi lansia?
Mempertahankan pola makan yang sehat penting untuk kesehatan berapa pun usia seseorang. Pola makan sehat yang berfokus pada protein tanpa lemak, mengonsumsi buah dan sayuran serta membatasi konsumsi gula.
Namun seiring bertambahnya usia, terutama setelah 65 tahun atau lebih, pola makan sehat menjadi tantantangan tersendiri.
Kondisi medis lansia menyebabkan penurunan berat badan secara dramatis, termasuk masalah malnutrisi, osteoporosis serta kekurangan zat besi dan vitamin.
Perubahan metabolisme atau pencernaan yang berkaitan dengan usia juga dapat menyebabkan fluktuasi berat badan.
Seiring bertambahnya usia, keadaan dan gaya hidup juga dapat menyebabkan pengabaian terhadap kebiasaan makan yang sehat.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
“Misalnya, kematian pasangan dapat menyebabkan kesepian dan depresi, yang dapat mengakibatkan kurangnya minat untuk mengurus diri sendiri,” ujar Dr. Hall.
“Belum lagi tantangan tambahan untuk menyesuaikan kebiasaan memasak hanya untuk satu orang, bukan dua orang.”
Hilangnya kemandirian mempersulit pembelian makanan sehat dan memasaknya dengan benar.
Hal ini dapat membuat orang lansia lebih bergantung pada makanan kemasan, makanan siap saji atau makanan dengan nutrisi tidak lengkap.
Meski mungkin lebih sulit dipertahankan seiring bertambahnya usia, nutrisi menjadi lebih penting saat lansia.
“Seiring bertambahnya usia, tubuh akan mengalami kesulitan dalam melakukan fungsi-fungsi tertentu, seperti menjaga kesehatan jantung, fungsi ginjal, regenerasi tulang, dan banyak lagi,” jelas Dr. Hall.
“Tetapi mendapatkan nutrisi yang tepat – seperti protein yang cukup dan jumlah vitamin serta nutrisi lainnya yang tepat – adalah bagian penting dalam membantu menjaga sistem tersebut dan sistem lainnya tetap kuat dan berfungsi dengan baik.”
Dia menambahkan pola makan sehat dapat memainkan peran besar dalam kesehatan secara keseluruhan, termasuk fungsi otak dan memori, kesehatan jantung, kekuatan tulang, bentuk otot, kekebalan, fungsi saluran cerna dan kesehatan mental.
Ilustrasi - Pentingnya nutisi bagi lansia.(Freepik)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri