
Geriatri.id - Bagi lansia dan orang dengan indikasi atau faktor risiko penyakit tertentu, medical check up sangat penting. Begiti pula dengan orang yang sehat juga perlu melakukannya.
Medical check up secara rutin dapat membantu mengevaluasi kondisi kesehatan dan membantu mendiagnosis potensi masalah kesehatan yang mungkin muncul.
Pemeriksaan kesehatan rutin membantu mengidentifikasi penyakit atau masalah apa pun dalam tahap awal sehingga perawatannya menjadi lebih mudah.
Ada beberapa penyakit sangat berbahaya yang perkembangannya tidak dapat dilacak kecuali dengan medical check up secara rutin.
Pemeriksaan kesehatan tidak hanya pemeriksaan fisik yang dilakukan dokter tetapi juga tes laboratorium dan pemeriksaan lainnya.
Medical check up menggunakan landasan metode deteksi dini dan bervariasi sesuai dengan usia, jenis kelamin, dan riwayat kesehatan keluarga.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Manfaat pemeriksaan reguler seperti dikutip dari yankes.kemkes.go.id:
- Biaya kesehatan lebih rendah
Jika ingin mengurangi biaya perawatan kesehatan, jadwalkan pemeriksaan kesehatan rutin, karena dapat mengurangi risiko penyakit kesehatan potensial berbahaya.
Dalam kasus tertentu, pemeriksaan kesehatan rutin juga dapat membantu mengurangi risiko menjalani operasi dan pengeluaran medis lainnya.
- Mencegah penyakit berbahaya
Medical check up dapat mengidentifikasi dini penyakit sehingga mempermudah penyembuhannya.
- Mengidentifikasi penyakit terkait stres
Peningkatan stres dan kecemasan berhubungan langsung dengan sejumlah penyakit baik secara fisik maupun psikologi, seperti tekanan darah tinggi, penambahan berat badan, gangguan mental, Alzheimer, depresi, asma dan bahkan masalah pencernaan.
Pemeriksaan rutin dapat memastikan seseorang mendapatkan saran dan dukungan yang dibutuhkan untuk membantu mencegah penyakit dari gaya hidup penuh stres.
Jenis medical check up
Jenis pemeriksaan dalam medical check up dilakukan sesuai kebutuhan. Sebelum pemeriksaan dilakukan, petugas medis biasanya memulai dengan mengukur tinggi dan berat badan.
Setelah itu, beberapa pemeriksaan lain yang termasuk dalam medical check up:
1. Pemeriksaan fungsi jantung (Ekokardiografi/EKG)
Ekokardiografi (EKG) merupakan salah satu pemeriksaan yang biasa dilakukan saat medical check up. Tujuannya untuk memeriksa kondisi, struktur, dan fungsi jantung.
2. Pemeriksaan radiologi
Pemeriksaan radiologi dilakukan dengan sinar X. Tujuannya untuk memeriksa adanya penyakit lewat foto atau gambar.
Beberapa penyakit yang bisa diketahui melalui pemeriksaan ini adalah kanker, tumor, penyakit jantung, stroke, kelainan paru, serta gangguan tulang dan sendi.
3. Pemeriksaan laboratorium
Beberapa jenis tes yang bisa dilakukan dalam pemeriksaan laboratorium:
- Pemeriksaan hematologi untuk mengetahui kualitas dan kuantitas sel darah merah, sel putih, trombosit dan hal lain seputar darah.
- Pemeriksaan urine untuk memeriksa warna, pH, protein/albumin, gula, bilirubin dan darah.
- Pemeriksaan feses dengan memeriksa warna dan konsistensi feses atau tinja.
- Cek kolesterol termasuk salah satu pemeriksaan penting dalam medical check up.
Kolesterol tinggi dapat memicu masalah serius, seperti penyakit jantung dan stroke.
Kadar kolesterol normal jika di bawah 200 mg/dL.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
· Tes kadar gula darah dilakukan setelah berpuasa minimal 8 jam sebelumnya.
Kadar gula darah normal 70-100 mg/dL. Jika kadarnya 100-125 mg/dL, dapat dikatakan pradiabetes.
Sementara itu, jika kadar gula darah lebih dari 126 mg/dL mengalami diabetes.
· Pemeriksaan fungsi dilakukan dengan mengecek kadar enzim dan protein dari sampel darah yang diambil.
Ini penting untuk mendeteksi dan memantau perkembangan penyakit liver, menilai efektivitas dan memantau efek samping pengobatan, serta memeriksa seberapa parah kerusakan hati
· Pemeriksaan fungsi ginjal
Berikut ini beberapa jenis tes untuk memeriksa fungsi ginjal:
a. Ureum atau blood urea nitrogen (BUN) untuk menentukan kadar urea nitrogen dalam darah. Ini adalah sisa zat metabolisme protein.
b. Tes urine untuk mendeteksi adanya protein atau darah dalam urine.
c. Laju filtrasi glomerulus untuk melihat kemampuan ginjal dalam menyaring zat sisa metabolisme dalam tubuh.
d. Kreatinin darah untuk menentukan kadar kreatinin dalam darah. Kreatinin adalah zat sisa hasil pemecahan otot yang akan dibuang melalui ginjal.
Hal yang perlu dilakukan setelah medical check up
Setelah menjalani medical check up, aktivitas seperti biasa boleh dilakukan. Hasil pemeriksaan biasanya akan diinformasikan lebih lanjut oleh dokter atau petugas medis yang melayani.
Pemeriksaan lebih lanjut bisa dibutuhkan tetapi tergantung hasil medical check up.
Jika hasil dinilai cukup baik, dokter biasanya akan menganjurkan pemeriksaan kesehatan rutin dan menjalani gaya hidup sehat.***
Ilustrasi - Pemeriksaan laboratorium.(Pixabay)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri