Imobilitas Pada Pasien Geriatri


Artikel Lansia - Imobilitas adalah penyakit atau hendaya (ketidakmampuan/disabilitas)

2019-10-14 20:34:20

Oleh: Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp.PD-KGer

Imobilitas adalah penyakit atau hendaya (ketidakmampuan/disabilitas) apapun yang memerlukan atau menyebabkan tirah baring total atau sangat membatasi kemampuan individu untuk bergerak selama tiga hari atau lebih.

Ada beberapa penyebab terjadinya imobilitas, khususnya pada pasien berusia lanjut atau geriatri.

Pertama, kelainan atau gangguan muskuloskeletal atau gangguan pada fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang. Gangguan bisa berupa:

- artritis (peradangan)
- osteoporosis (pelapukan tulang)
- fraktur (terutama pada panggul dan femur--tulang paha)
- masalah podiatrik (kaki, pergelangan kaki, dan tubuh bagian bawah)

Kedua, kelainan gangguan neurologis atau yang berkaitan dengan sistem saraf. Gangguan dapat berupa

- stroke, penyakit parkinson, neuropati
- normal pressure hydrochepalus (NPH)-- gangguan pada aliran dan penyerapan cairan otak, sehingga menyebabkan terjadinya pembengkakan yang menakan otak sehingga menyebabkan gangguan fungsi otak.

Gangguan yang dialami bisa berupa gangguan berjalan seperti tidak seimbang, atau langkahnya lambat, pikun dalam waktu tertentu yang terasa semakin parah disertai dengan ketidakmampuan mengontrol buang air kecil atau besar

- demensia
- gangguan serebelum (gangguan pada otak kecil yang sangat penting dalam mengontrol gerakan tubuh, keseimbangan dan koordinasi otot-otot)

Ketiga, penyakit kardiovaskular atau yang berkaitan dengan jantung. Gangguan yang dialami bisa berupa:

- gagal jantung dekompensata (berat), penyakit jantung koroner, penyakit vaskular perifer

Keempat, penyakit paru seperti penyakit paru obstruksi kronik berat


Kelima, faktor sensorik, seperti gangguan penglihatan, menurunnya sensor kinesia, sensorik perifer

Keenam, faktor lingkungan seperti, imobilitas yang dipaksakan, alat bantu mobilitas yang tida adekuat, takut jatuh

Ketujuh, faktor lain-lain, seperti malnutrisi, penyakit sistemik berat, depresi, efek samping obat, apatis dan tidak memiliki motivasi, nyeri akut dan kronik. 

geriatri,lansia,merawat lansia,rawat lansia,imobilitas,dr purwita

ARTIKEL LAINNYA

Memahami Hipertensi (14): Ketika Tekanan Darah Tinggi Mengincar Daya Ingat

Musik Lama dan Kenangan Bisa Membuat Lansia Bahagia

Bansos Salah Sasaran, Mensos Siap Bereskan Lewat Data Tunggal BPS

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026