Tips Tetap Sehat Saat Menuju Masa Lansia


Berita Lansia - Meski sudah lansia, Anda tetap bisa mempertahankan kesehatan dan kebugaran tubuh. Tentunya dengan menerapkan pola hidup sehat sehari-hari. Apa sajakah?

2019-02-07 07:31:57

Geriatri.id - Seiring bertambah usia, fungsi tubuh pun perlahan-lahan menurun. Mulai muncul tanda-tanda penuaan. Misal, kulit keriput, daya ingat dan fungsi otot menurun dan sebagainya. Bagi wanita yang sudah memasuki masa menopause, perubahan fisik yang menurun ini akan lebih terlihat.

Meski tak lagi muda, Anda tetap bisa mempertahankan kesehatan dan kebugaran tubuh. Tentunya dengan menerapkan pola hidup sehat sehari-hari. Apa sajakah?

1. Konsumsi kalsium dan vitamin D

Penyerapan kalsium dan vitamin D biasanya akan berkurang di usia 40 tahun. Ini terjadi karena ada perubahan pada lambung dan hormon dalam tubuh. Pada wanita, di masa menopause kada estrogen yang berkurang menimbulkan risiko osteoporosis. Tulang jadi lebih mudah rusak dan patah.

Nah, untuk mencukupi kebutuhan akan kalsium dan vitamin D, konsumsilah makanan seperti bayam, brokoli, sarden atau produk susu rendah lemak.

2. Konsumsi vitamin B12

Vitamin B12 berguna untuk memproduksi sel darah merah. Adapun vitamin ini berperan dalam meningkatkan kesehatan otak, dimana fungsinya akan menurung seiring pertambahan usia. Vitamin B 12 ini bisa didapat dari ikan, telur, atau hati sapi.

3.Konsumsi zat besi

Memasuki usia 50 tahun, umumnya perempuan mengalami menopause. Ketikaa itu, kebutuhan akan zat besi menurun karena tubuh tidak lagi membutuhkannya. Sebab, biasanya zat ini dkeluarkan setiap bulan ketika haid.

Konsultasikan dengan dokter, asupan zat besi yang dibutuhkan setiap hari. Kenapa? Karena asupan zat besi yang berlebihan juga tidak bermakna bagi kesehatan. Justru, akan berisiko mengalami keracunan karena tubuh tak punya cara untuk membuang zat besi yang masuk secaa berlebihan.

4. Kurangi asupan garam

Pertambahan usia menyebabkan pembuluh darah jadi kaku dan keras. Alhasil, pembuluh darah cenderung mudah tersumbat. Akibatnya, muncul risiko stroke, serangan jantung atau gagal jantung.

Nah, salah satu upaya untuk menghindari risiko itu adalah kurangi asupan garam pada makanan sehari-hari. Pilih rempah-rempah pengganti garam, misalnya bawang merah, bawang putih, kunyit atau jahe.

5. Aktif  Olahraga

Bertambah usia, bukan berarti mengurangi aktivitas fisik yang biasa dilakukan. Tetaplah berkegiatan agar tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Penelitian menunjukkan, aktif bergerak membuat sendi-sendi di seluruh tubuh tetap kuat dan terhindari dari risiko arthritis/radang sendi.Olahraga ringan seperti jalan kaki juga dapat menguatkan otot dan sendi.***

Selamat mencoba!

Referensi: webmd.com

lansia,geriatri,lansia sehat,berita lansia,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia ,tips lansia,tips lansia sehat

ARTIKEL LAINNYA

Layanan Konsultasi bagi Jamaah Haji Lansia dan Keluarga

Libur 4 Hari Tanpa Ribet, Naik TransJakarta Aja!

Memahami Hipertensi (4): Proses Terjadinya Hipertensi pada Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026