Lansia Rentan Mengalami Demensia, Ini Penjelasannya


Berita Lansia - Demensia merupakan salah satu penyakit yang rentan diderita kelompok lanjut usia (lansia). Penyakit ini menyebabkan penurunan fungsi kognitif dan kemampuan daya ingat. 

2023-11-23 10:05:06

Geriatri.id - Demensia merupakan salah satu penyakit yang rentan diderita kelompok lanjut usia (lansia). Penyakit ini menyebabkan penurunan fungsi kognitif dan kemampuan daya ingat. 

Apa yang menyebabkan lansia mengalami demensia?Berikut beberapa faktor penyebab demensia pada lansia dikutip dari Healthline:

1. Bertambahnya usia 

Lansia lebih rentan mengalami demensia dibanding kelompok usia lainnya. 

Seiring bertambahnya usia, struktur otak dan fungsi kognitif dapat mengalami perubahan. 

Kondisi ini memengaruhi kemampuan seseorang dalam menyimpan dan mengakses informasi. 

2. Akumulasi lesi otak 

Akumulasi lesi otak termasuk plak senile dan jaringan neurofibrilar dapat disebabkan karena proses penuaan.  

Selain berpotensi merusak jaringan otak dan mengganggu komunikasi antar sel saraf, lesi-lesi ini juga dapat menyebabkan gejala demensia. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

3. Riwayat demensia dalam keluarga

Risiko seseorang mengalami demensia bisa juga dipengaruhi faktor genetik. 

Risiko seseorang yang memiliki riwayat demensia dalam keluarga untuk mengembangkan penyakit ini lebih tinggi. 

4. Memiliki penyakit penyerta 

Seiring bertambahnya usia, lansia lebih rentan terhadap penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi dan penyakit kardiovaskular.

Penyakit-penyakit itu dapat meningkatkan risiko demensia. 


5. Gaya hidup tidak sehat 

Gaya hidup tidak sehat dapat meningkatkan risiko demensia. 

Misalnya, kurang aktivitas fisik, merokok, mengonsumsi alkohol berlebihan dan pola makan tertentu.

Pola hidup atau kebiasaan tertentu pada lansia memengaruhi kesehatan otak mereka. 

Lansia penderita demensia membutuhkan perhatian dan dukungan dari keluarga dan tenaga medis. 

Demensia dapat mengganggu lansia dalam berpikir, berbicara, serta perubahan perilaku dan emosi. 

Efek demensia 

Demensia tidak hanya mempengaruhi fungsi kognitif tetapi juga dapat memicu komplikasi serius. 

Dilansir WebMD, komplikasi itu seperti penurunan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Penderita demensia cenderung kurang aktif secara fisik sehingga meningkatkan risiko kelebihan berat badan (obesitas), diabetes dan penyakit jantung. 

Selain fisik, demensia juga bisa berdampak pada sspek emosional. Ini dapat memicu timbulnya gejala depresi dan kecemasan karena perubahan kemampuan kognitif yang dimiliki.*** 

Ilustrasi - Lansia rentan mengalami demensa.(Pixabay)

Video Lansia Online

 

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia demensia,geriatri,berita lansia,lansia online,merawat lansia

ARTIKEL LAINNYA

Apa yang Harus Dilaksanakan Sebelum Caregiver Memulai Tugasnya

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026