Studi Baru Ungkap Bermalam di IGD Tingkatkan Risiko Kematian Lansia


Berita Lansia - Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam JAMA Internal Medicine menemukan pasien lansia yang menunggu terlalu lama di IGD lebih berisiko dengan kematian.

2023-11-19 20:27:56

Geriatri.id - Seringkali pasien termasuk dari kelompok lanjut usia (lansia) harus menunggu atau bahkan bermalam di IGD rumah sakit karena belum mendapatkan ruang rawat-inap.

Menunggu terlalu lama di IGD dapat berdampak buruk pada lansia. .

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam JAMA Internal Medicine menemukan pasien lansia yang menunggu terlalu lama di IGD lebih berisiko dengan kematian.

Studi ini dilakukan tim peneliti Prancis dan melibatkan 1.598 pasien berusia 75 tahun ke atas yang dibawa ke IGD pada Desember 2022.

Saat itu banyak pasien lansia di rumah sakit akibat tripledemic, yaitu COVID-19, flu, dan infeksi RSV. 

"Tentu saja (kamar rawat-inap) tidak cukup," ujar seorang peneliti, Yonathan Freund MD PhD dari Sorbonne University dikutip dari WebMD, Minggu 19 November 2023.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Sebagian pasien yang menjadi subjek dalam studi ini dipindahkan dari IGD ke ruang rawat-inap sebelum tengah malam. 

Sebagian pasien lainnya harus bermalam di IGD hingga pukul 08.00 pagi sebelum dipindahkan ke ruang rawat-inap.

Hasil studi menunjukkan tingkat kematian pada pasien lansia yang mendapatkan kamar rawat-inap lebih cepat 11,1 persen. 

Sedangkan, tingkat kematian pasien lansia yang sempat bermalam di IGD lebih besar yaitu 15,7 persen. 


Temuan ini menunjukkan pasien lansia yang bermalam di IGD memiliki risiko 40 persen lebih tinggi terhadap kematian dibanding yang tidak.

Risiko ini meningkat signifikan pada pasien lansia yang membutuhkan bantuan orang lain untuk beraktivitas sehari-hari.

Hasil studi juga menunjukkan risiko pasien lansia yang bermalam di IGD mengalami masalah kesehatan baru selama masa rawat-inap 24 persen lebih besar. 

Masalah kesehatan baru itu misalnya jatuh, infeksi, perdarahan, serangan jantung dan lain-lain.

Pasien lansia yang bermalam di IGD cenderung membutuhkan waktu rawat inap lebih panjang.

Mengacu pada temuan ini diperlukan penanganan yang lebih baik pada pasien rawat-inap. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Tim peneliti merekomendasikan untuk menghadirkan area baru di dalam IGD yang tidak memicu stres.

Selain itu tim peneliti merekomendasikan  discharge lounge atau ruang tunggu pasien rawat-inap yang sudah diperbolehkan pulang. 

Dengan begitu, kamar bisa dialihkan dengan lebih cepat kepada pasien lain.***

Ilustrasi - Lansia sedang menjalani perawatan.(Pixabay)

Video Lansia Online

lansia,lansia sakit,merawat lansia,berita lansia,geriatri,lansia online

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026