
Geriatri.id - Lansia adalah tahap akhir siklus hidup manusia yang akan dialami setiap individu. Untuk mendapatkan nutrisi yang baik, lansia harus mengkonsumsi makanan seimbang.
Penuaan akan mengakibatkan perubahan anatomis, dan biokimia pada tubuh. Kondisi ini akan mempengaruhi fungsi dan kemampuan tubuh secara keseluruhan.
Penurunan kondisi fisik pada lansia seperti kehilangan gigi, indera pengecap dan penciuman menurun, tidak mudah merasa lapar, mudah diare, sembelit dan kembung sangat mempengaruhi asupan makan atau daya terima terhadap makanan.
Bagaimana cara mengatasinya? Salah satunya adalah dengan mengatur pola makan. Deteksi dini (penapisan dan pengkajian) dan pemberian zat gizi adekuat sebagai tata laksana awal merupakan hal penting untuk mencegah terjadinya masalah gizi pada lansia.
Status gizi dapat diukur indeks massa tubuh (IMT). IMT didapatkan dari berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter kuadrat.
Nutrisi yang baik pada lansia dapat mencegah malnutrisi, mendukung fungsi fisik, mengurangi risiko penyakit kronik, mendukung kesehatan mental dan mencegah disabilitas.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Untuk mendapatkan nutrisi yang baik, lansia harus mengkonsumsi makanan seimbang.
Berikut makanan seimbang bagi lansia:
- Asupan lemak dan garam sebaiknya dikurangi
- Protein sebaiknya tidak dikurangi dan tidak ditambah.
- Kalsium ekstra sangat penting, khususnya untuk perempuan postmenopause, diet kaya kalsium dipadukan dengan suplementasi vitamin D dan minum susu secara teratur
- Vitamin D biasanya tidak perlu ditambah
- Makanan yang digoreng, sereal, tepung, dan krim cokelat manis sebaiknya dihindari
- Memperbanyak konsumsi serat dari diet untuk mengatasi berbagai gangguan yang berkaitan dengan penuaan seperti konstipasi, diabetes, dan penyakit jantung. yaitu buah-buahan seperti pepaya
- Memilih ragam makanan seperti produk susu, puding, telur rebus, sayuran (yang telah dikukus), salad yang telah dipotong kecil-kecil, buah lembut seperti pisang dan jeruk
- Pilih makanan yang berwarna, menarik, dan lezat serta sajikan dengan cara menyenangkan yang bisa membangkitkan selera
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
- Kurangi asupan karbohidrat, khususnya glukosa/ gula
- Mengonsumsi berbagai jenis makanan sesuai dengan pedoman diet sehat dan seimbang
- Meningkatkan frekuensi makanan dalam sehari dengan kudapan (selingan) di antara waktu makan utama (3 x makan utama 3 x makan selingan, porsi kecil tapi sering)
- Menghindari perut kosong di malam hari dengan memundurkan jam makan malam serta mengawalkan sarapan pagi dan atau memberikan kudapan
- Memberikan makanan dengan nilai kalori tinggi dan atau protein tinggi
- Mendesain menu sesuai dengan keinginan atau preferensi pasien dan memodifikasi tekstur makanan menurut kemampuan mengunyah dan menelan
- Memberikan suasana yang menyenangkan saat makan.***
Sumber: Kemenkes
Ilustrasi - Buah pepaya.(Pixabay)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri