Lansia Rentan Tertular, Kenali TOSS TBC dan Gejala TBC


Berita Lansia - TBC atau tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan karena adanya kuman Mycobacterium Tuberculosis.

2023-11-05 17:44:41

Geriatri.id - TBC atau tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan karena adanya kuman Mycobacterium Tuberculosis. Kuman ini masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan. 

Semua orang berisiko tertular tuberkulosis. Salah satunya orang lanjut usia (lansia) yang sistem kekebalan tubuhnya mulai menurun. 

TBC adalah penyakit infeksi yang menular dan dapat menyerang organ tubuh, terutama paru-paru.

Penyakit ini merupakan masalah kesehatan terbesar di dunia setelah HIV sehingga harus ditangani dengan serius. 

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menempatkan TBC di peringkat kedua sebagai penyakit menular yang mematikan. 

Indonesia termasuk lima besar negara dengan jumlah pengidap TB terbanyak di Asia Tenggara. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Berdasarkan data dari WHO kasus TBC di Indonesia  mencapai angka 1.000.000 kasus. 

Jumlah kematian akibat penyakit ini diperkirakan mencapai 110.000 kasus per tahun.

TOSS TBC merupakan singkatan dari Temukan dan Obati Sampai Sembuh TBC.

Salah satu pendekatan untuk menemukan, mediagnosis, mengobati, dan menyembuhkan pasien TBC, untuk menghentikan penularan TBC di masyarakat.

Langkah-langkah TOSS TBC


- Temukan gejala di masyarakat

- Obati TBC dengan tepat dan cepat

- Pantau pengobatan TBC sampai sembuh

Gejala TBC

- Batuk lebih dari 2 minggu.

- Mengalami sesak pada pernafasan

- Berkeringat di malam hari tanpa aktivitas

Jika menemukan gejala itu, segera berobat ke Puskesmas atau klinik terdekat untuk segera diperiksa lebih lanjut.

Sebagai langkah pencegahan penularan TBC, perlu memahami etika batuk atau bersin sebagai berikut:

- Gunakan Masker

- Tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam

- Tutup mulut dan hidung dengan tisu

- Jangan lupa membuangnya ke tempat sampah

- Cucilah tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir


Kementerian Kesehatan memberi perhatian khusus untuk hal ini, karena jika pengobatan TBC tidak dilakukan dengan tepat dan cepat, kuman TBC akan menjadi kebal terhadap pengobatan biasanya disebut Tuberculosis Multi-drug Resistant (TB MDR) atau Tuberculosis Extensively-drug Resistand (TB XDR).

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Kemenkes juga menyatakan seluruh Puskesmas di Indonesia sudah dapat memberikan Pelayanan Pengobatan TBC.

Selain Puskesmas, Klinik, RS, serta dokter swasta telah mampu memberikan pelayanan pengobatan TBC.

Sudah tujuh dasawarsa terakhir, kurang lebih 300.000 pasien Tuberkulosis diobati dan dilayani per tahunnya.

Success Rate pengobatan Tuberkulosis di Indonesia mencapai 90% pasien TB, yang berarti 90% pasien penderita Tuberkulosis yang diobati dapat disembuhkan.***

Sumber: ayosehat.kemkes.go.id

Ilustrasi - Lansia rentan tertular TBC.(Pixabay)

Video Lansia Online:

lansia tbc,lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,geriatri,berita lansia,lansia online

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026