
Geriatri.id - TBC atau tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan karena adanya kuman Mycobacterium Tuberculosis. Kuman ini masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan.
Semua orang berisiko tertular tuberkulosis. Salah satunya orang lanjut usia (lansia) yang sistem kekebalan tubuhnya mulai menurun.
TBC adalah penyakit infeksi yang menular dan dapat menyerang organ tubuh, terutama paru-paru.
Penyakit ini merupakan masalah kesehatan terbesar di dunia setelah HIV sehingga harus ditangani dengan serius.
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menempatkan TBC di peringkat kedua sebagai penyakit menular yang mematikan.
Indonesia termasuk lima besar negara dengan jumlah pengidap TB terbanyak di Asia Tenggara.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Berdasarkan data dari WHO kasus TBC di Indonesia mencapai angka 1.000.000 kasus.
Jumlah kematian akibat penyakit ini diperkirakan mencapai 110.000 kasus per tahun.
TOSS TBC merupakan singkatan dari Temukan dan Obati Sampai Sembuh TBC.
Salah satu pendekatan untuk menemukan, mediagnosis, mengobati, dan menyembuhkan pasien TBC, untuk menghentikan penularan TBC di masyarakat.
Langkah-langkah TOSS TBC
- Temukan gejala di masyarakat
- Obati TBC dengan tepat dan cepat
- Pantau pengobatan TBC sampai sembuh
Gejala TBC
- Batuk lebih dari 2 minggu.
- Mengalami sesak pada pernafasan
- Berkeringat di malam hari tanpa aktivitas
Jika menemukan gejala itu, segera berobat ke Puskesmas atau klinik terdekat untuk segera diperiksa lebih lanjut.
Sebagai langkah pencegahan penularan TBC, perlu memahami etika batuk atau bersin sebagai berikut:
- Gunakan Masker
- Tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam
- Tutup mulut dan hidung dengan tisu
- Jangan lupa membuangnya ke tempat sampah
- Cucilah tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir
Kementerian Kesehatan memberi perhatian khusus untuk hal ini, karena jika pengobatan TBC tidak dilakukan dengan tepat dan cepat, kuman TBC akan menjadi kebal terhadap pengobatan biasanya disebut Tuberculosis Multi-drug Resistant (TB MDR) atau Tuberculosis Extensively-drug Resistand (TB XDR).
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Kemenkes juga menyatakan seluruh Puskesmas di Indonesia sudah dapat memberikan Pelayanan Pengobatan TBC.
Selain Puskesmas, Klinik, RS, serta dokter swasta telah mampu memberikan pelayanan pengobatan TBC.
Sudah tujuh dasawarsa terakhir, kurang lebih 300.000 pasien Tuberkulosis diobati dan dilayani per tahunnya.
Success Rate pengobatan Tuberkulosis di Indonesia mencapai 90% pasien TB, yang berarti 90% pasien penderita Tuberkulosis yang diobati dapat disembuhkan.***
Sumber: ayosehat.kemkes.go.id
Ilustrasi - Lansia rentan tertular TBC.(Pixabay)
Video Lansia Online:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri