Riset Optimasi Ekstrak Daun Kelor Sebagai Obat Alzheimer


Berita Lansia - Kolaborasi mahasiswa Departemen Kimia dan Pendidikan Dokter Universitas Brawijaya melakukan riset optimasi ekstrak bahan alami sebagai obat pereduksi Alzheimer.

2023-10-10 07:40:13

Geriatri.id - Kolaborasi mahasiswa Departemen Kimia dan Pendidikan Dokter Universitas Brawijaya melakukan riset optimasi ekstrak bahan alami sebagai obat pereduksi Alzheimer. Ekstrak bahan alami yang diteliti adalah daun kelor.

Tim riset terdiri dari Adi Kurnia Soesantyo (Kimia, FMIPA), Jonathan Linggadiputra (Kimia, FMIPA), Gustav Dasa Sitompul (Pendidikan Dokter, FK) dan Farahiyah Sharfina Saputri (Pendidikan Dokter, FK). 

Mereka dibawah bimbingan Dr. Husnul Khotimah, S.Si, M.Kes mengembangkan suatu inovasi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Terenkapsulasi Nanopartikel Emas (MO-AuNP) untuk diuji coba pada Tikus Model Alzheimer Disease (AD). 

Penelitian ini didanai Kemdikbudristek dan Universitas Brawijaya melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta tahun 2023.

Alzheimer’s disease (AD) merupakan salah satu tipe demensia paling banyak diderita masyarakat dunia.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Penderita penyakit ini akan mengalami penurunan fungsi kognitif dan perilaku secara progresif. 

Berdasarkan laporan WHO, terdapat 55 juta penderita AD, dimana lebih dari 120 ribu diantaranya meninggal dunia.

Diprediksi jumlah penderita AD akan terus meningkat hingga 10 juta kasus baru per tahunnya. 

Sedangkan di Indonesia, pada tahun 2020 terdapat lebih dari 1,3 juta penderita AD.

Jumlah itu diprediksi akan meningkat hingga 3,8 juta penderita pada tahun 2048.

“Saat ini obat Alzheimer yang tersebar luas di pasaran memiliki efek samping tersendiri bagi pasien yang memiliki komplikasi, selain itu obat Alzheimer masih belum dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat,” ujar Adi dikutip dari laman prasetya.ub.ac.id, Kamis 5 Oktober 2023.


Menurut Adi, penyebab AD umumnya penumpukan Amyloid Beta pada sistem saraf otak. Molekul protein ini diproduksi melalui pemrosesan proteolitik protein transmembran, protein prekursor amiloid (APP) oleh β- dan γ-sekretase.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

“Pada penelitian ini kami membuat Tikus Model Alzheimer yang diinduksi dengan Amyloid Beta, lalu kami induksikan kembali secara rutin dengan obat ekstrak kelor terenkapsulasi emas buatan kami. Selanjutnya kami melakukan beberapa uji terhadap tikus, terutama adalah uji tingkah laku kognitif tikus,” kata Adi

Hasil penelitian nebunjukkan esktrak kelor nanopartikel emas (MO-AuNP) akan lebih mudah diserap darah menuju sistem saraf dibandingkan ekstrak tanpa dienkapsulasi dalam ukuran nano. 

Selain itu obat yang diinovasikan terbukti mampu meningkatkan kondisi kognitif tikus dan mengurangi plak amyloid beta. 

Selain memiliki efek menjanjikan, melalui prediksi Adsorbsi dan tingkat toksisitas obat, diprediksi MO-AuNP memiliki kondisi toksisitas obat rendah, namun penyerapan dan pengikatan protein yang tinggi menuju Sistem Syaraf Pusat (SSP).

“Obat ini sedang dalan tahap pengembangan, masih banyak evaluasi dan langkah yang harus ditempuh, agar obat siap pakai dan dapat digunakan oleh masyakarat luas. Kami berencana pengembangan obat ini tidak hanya berhenti pada skala lab dan pada program PKM ini, namun akan terus dikembangkan dan dioptimasi,” kata salah satu peneliti Gustav.

Farah, anggota peneliti yang lain melanjutkan pernyataan Gustav bahwa penelitian ini memang sedang dalam tahap pengembangan.

Harapannya ini bisa menjadi alternatif obat yang bisa diakses seluruh masyarakat dengan efek samping minim.

“Meskipun masih penelitian dan masih dalam tahap pengembangan, harapannya nanti obat ini akan dapat dioptimasi lebih lanjut dan digunakan oleh masyarakat Indonesia, sebab obat ini akan bisa menjadi alternatif obat yang baik dan minim efek komplikasi,” kata Farahiyah

Dengan penelitian ini diharapkan bisa memudahkan treatment pada penderita alzheimer di Indonesia dan sebagai bentuk nyata kontribusi mahasiswa Universitas Brawijaya untuk penanggulangan darurat alzheimer di Indonesia saat ini.***

Ilustrasi - Lansia penderita Alzheimer.(Pixabay)

Video Lansia Online

alzheimer,lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,geriatri,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026