Memberdayakan Lansia Lewat Terapi Sensory Garden


Berita Lansia - Empat mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) menciptakan terapi rekreasional berbasis sensory garden untuk memberdayakan lansia di Kelurahan Wonorejo, Surabaya. 

2023-10-08 19:09:27

Geriatri.id - Empat mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) menciptakan terapi rekreasional berbasis sensory garden untuk memberdayakan lansia di Kelurahan Wonorejo, Surabaya. 

Keempat mahasiswa itu adalah Shafira Tri Adisti, Putu Angita Gayatri, Dida Amanda Pratiwi, dan Annisa Putri Soegiharto.

Inovasi mereka meraih pendanaan dari Kemdibukristek melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat (PM) tahun 2023.

Ketua tim Shafira Tri Adisti mengatakan terapi sensory garden mampu mengintervensi lansia untuk merangsang indera sentuhan, perasa, penglihatan, penciuman, dan pendengaran. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Beberapa studi menunjukkan kegiatan hortikultura terbukti dapat meningkatkan well-being, keterlibatan dalam kegiatan dan pengaruh positif bagi lansia yang mengalami demensia.

“Aktivitas fisik dan kognitif yang rendah merupakan salah satu penyebab dari munculnya gejala awal demensia pada lansia. Sebagian besar lansia yang ada di Kelurahan Wonorejo telah menunjukkan gejala-gejala awal demensia. Demensia ini berpengaruh pada rendahnya tingkat well-being atau kesejahteraan lansia,” jelasnya.

Terapi sensory garden memiliki beberapa aktivitas. 

Pertama, mini soil atau sand box, aktivitas multisensori yang memperkenalkan lansia pada media tanah dan pasir. 

Kegiatan ini bermanfaat untuk menghangatkan otot tangan lansia. 


Kedua, menanam tanaman, aktivitas ini memperkenalkan lansia pada warna, aroma dan tekstur bibit tanaman sehingga dapat merangsang panca indera mereka.

“Ada juga kegiatan merangkai bunga. Kegiatan ini berfungsi untuk melatih koordinasi tubuh dan merangsang indra peraba, penciuman, dan penglihatan. Kegiatan merangkai bunga juga dipercaya dapat meningkatkan well-being melalui rangsangan-rangsangan yang diberikan,” ujarnya dikutip dari laman kominfo.jatimprov.go.id.

Selain itu, aktivitas sensory garden juga dapat membantu lansia mengingat dan mengenang kembali memori mereka. 

Dalam hal ini, para lansia dapat melakukan aktivitas eksplor bau terhadap bunga dan daun-daunan setya saling bercerita satu sama lain. 

“Tanaman atau hasil alam tertentu memiliki ikatan yang kuat dengan memori berharga yang dimiliki lansia. Dengan mengumpulkannya menjadi satu dan menceritakan makna di balik benda tersebut membuat lansia berlatih untuk mengenang memori, khususnya memori yang penting dalam hidupnya,” katanya.

Dia mengatakan proses penelitian memerlukan waktu cukup lama. Dia dan timnya harus mengurus perizinan ke berbagai pihak dan melakukan survei lokasi penelitian.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

“Karena ini targetnya lansia, jadi kami harus bisa menempatkan diri gimana caranya biar tidak menyinggung lansia. Tantangan lainnya yaitu ketika kami juga harus berinteraksi dengan warga di daerah sana, membangun relasi agar ketika kami sudah melaksanakan kegiatan semuanya bisa berjalan lancar,” pungkasnya.***

Foto: Mahasiswa UNAIR memberdayakan lansia lewat terapi sensory garden.(kominfo.jatimprov.go.id)

Video Lansia Online

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online,berita lansia,geriatri

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026