Mengenal TBC, Penyebab dan Cara Pencegahan Penularannya


Berita Lansia - TBC adalah masalah kesehatan terbesar di dunia setelah HIV yang harus ditangani dengan serius.  Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), kasus TBC di Indonesia telah mencapai 1.000.000. 

2023-09-22 16:59:01

Geriatri.id - TBC atau Tuberkulosis adalah penyakit menular yang menyerang organ tubuh, terutama paru-paru.

Penyakit ini disebabkan adanya kuman Mycobacterium Tuberculosis yang masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan. 

TBC adalah masalah kesehatan terbesar di dunia setelah HIV yang harus ditangani dengan serius. 

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), kasus TBC di Indonesia telah mencapai 1.000.000. 

Jumlah kematian akibat penyakit TBC diperkirakan mencapai 110.000 kasus per tahun.

TOSS TBC merupakan kependekan dari Temukan dan Obati Sampai Sembuh TBC.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Salah satu pendekatan untuk menemukan, mediagnosis, mengobati, dan menyembuhkan pasien TBC bertujuan menghentikan penularan TBC di masyarakat.

Langkah-langkah TOSS TBC yang perlu diketahui:

- Temukan gejala di masyarakat

- Obati TBC dengan tepat dan cepat

- Pantau pengobatan TBC sampai sembuh

Gejala TBC yang perlu diketahui:


- Batuk lebih dari 2 minggu.

- Mengalami sesak pada pernafasan

- Berkeringat di malam hari tanpa aktivitas

Jika menemukan gejala-gejala di atas, segera berobat ke Puskesmas atau klinik terdekat untuk segera diperiksa lebih lanjut.

Sebagai langkah pencegahan penularan TBC, penting untuk memahami etika batuk atau bersin.

- Gunakan Masker

- Tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam

- Tutup mulut dan hidung dengan tisu

- Jangan lupa membuangnya ke tempat sampah

- Cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir

Kementerian Kesehatan memberi perhatian khusus penyakit TBC.

Ini karena jika pengobatan tidak dilakukan dengan tepat dan cepat, kuman-kuman TBC akan menjadi kebal terhadap pengobatan biasanya disebut Tuberculosis Multi-drug Resistant (TB MDR) atau Tuberculosis Extensively-drug Resistand (TB XDR).

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Kemenkes menyatakan seluruh Puskesmas di Indonesia sudah dapat memberikan Pelayanan Pengobatan TBC.

Selain Puskesmas, klinik, RS dan dokter swasta telah mampu memberikan pelayanan pengobatan TBC.

Sudah 7 dasawarsa terakhir, kurang lebih 300.000 pasien TBC diobati dan dilayani per tahunnya.

Success Rate pengobatan TBC di Indonesia mencapai 90% pasien TB.

Ini berarti 90% pasien penderita Tuberkulosis yang diobati dapat disembuhkan.***

Ilustrasi - Lansia rentan terserang penyakit TBC.(Pixabay)

Video Lansia Online

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online,TBC,geriatri,berita lainsia

ARTIKEL LAINNYA

Apa yang Harus Dilaksanakan Sebelum Caregiver Memulai Tugasnya

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026